1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Israel Tegaskan Hak Beladiri

AS dan Israel menyepakati, bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata atom. Tapi Israel tetap menegaskan haknya untuk mempertahankan diri dari ancaman Iran.

Pertemuan antara presiden AS, Barack Obama dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu Senin (05/03) waktu setempat, hanya dapat menyepakati satu hal dalam sengketa atom Iran. Yakni, kedua pihak akan mencegah dengan segala cara, pembuatan senjata atom di Iran. Akan tetapi Netanyahu kelihatannya sudah kehilangan harapan, dapat dipecahkannya konflik atom Iran lewat cara diplomatis.

Dalam pidatonya di depan ribuan anggota kelompok lobby "American Israel Public Affairs Committee" AIPAC di Washington, Netanyahu mengatakan, Israel telah menunggu dengan sabar, bahwa diplomasi dan sanksi menunjukkan efeknya. "Tidak ada lagi diantara kita yang bersedia bersabar terlalu lama", tegasnya.

Netanyahu dalam pidatonya menegaskan hak Israel untuk membela diri. "Saya tidak main-main jika menyangkut keamanan negara Israel. Sebagai Perdana Menteri Israel, saya tidak akan membiarkan rakyat hidup dalam ancaman akan dimusnahkan", katanya.

Obama prioritaskan cara diplomasi

Treffen Barack Obama und Benjamin Netanjahu in Washington

Barack Obama dan Benjamin Netanjahu dalam pertemuan di Washington

Presiden AS, Obama dalam pertemuan dengan Netanyahu di Gedung Putih, tetap menegaskan haluan diplomatis serta penerapan sanksi-sanksi dalam pemecahan konflik atom Iran. Akan tetapi ditegaskan, Amerika juga tetap membuka semua opsi, jika muncul situasi yang tidak dapat diterima oleh Washington, terkait program nuklir Iran.

Walaupun Obama dan Netanyahu kepada media menyatakan, bahwa AS dan Israel dalam tema konflik atom Iran, menggariskan politik yang sama, tapi perbedaan pandangan secara mendasar amat kentara.

Netanyahu juga menepis kritik, terkait kemungkingan serangan militer balasan, jika Israel menyerang instalasi atom Iran. Walaupun demikian, PM Israel itu dalam pertemuan di Gedung Purih, memberikan jamian kepada presiden Obama, bahwa pihaknya belum membuat keputusan, bagi sebuah serangan terhadap instalasi atom Iran. Tapi Netanyahu menegaskan kembali, bahwa negaranya punya hak melancarkan aksi militer semacam itu.

Pertemuan di Washington itu, memang dilatarbelakangi spekulasi, bahwa Israel telah menyiapkan rencana serangan militer ke instalasi atom Iran. Pasalnya Israel memandang program atom Teheran sebagai ancaman bagi eksistensi negaranya. Hal itu terkait ancaman berulangkali dari presiden Mahmud Ahmadinejad, untuk menghancurkan negara Israel. Namun sejauh ini Iran juga tetap menyatakan program atomnya hanya untuk tujuan damai.

Agus Setiawan (rtr,dpa,dapd)

Editor : Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan