1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Israel Membeli Pesawat Tempur AS Guna 'Menangkis' Iran

Israel membeli 20 pesawat tempur dari Amerika Serikat. Dikatakan, transaksi bergengsi itu dilakukan untuk menangkis 'ancaman' dari Iran.

default

ilustrasi

Kementerian pertahanan Israel menyebutnya sebagai "peristiwa bersejarah" dan "era baru kekuatan militer Israel". Pesawat jet tempur F-35 yang baru saja dibeli dari Amerika Serikat itu disebut sebagai "pesawat tempur masa depan" dan memungkinkan Israel mempertahankan keunggulan udara dan kecanggihan teknologi Israel di wilayah Timur Tengah, ungkap Menteri Pertahanan Ehud Barak mengomentari kesepakatan bidang persenjataan dengan Amerika Serikat.

Seperti yang dilaporkan media penyiaran Israel, pembelian 20 pesawat F-35 senilai 2,75 miliar dolar AS itu sebagian besar dibiayai dari bantuan militer AS untuk Israel. Lebih lanjut disebutkan, para pembayar pajak Israel hanya membayar sisanya, yakni 200 juta dolar untuk pesawat-pesawat itu.

Direktur kementerian pertahanan Israel, Jenderal Udi Shani, usai penandatanganan kontrak pembelian, mengatakan di New York, "Di tengah tantangan jangka pendek dan jangka panjang, ini merupakan langkah dan ungkapan nyata dari aliansi strategis dengan Amerika Serikat, serta fungsinya yang terkait dengan keunggulan militer Israel."

Pesawat tempur canggih itu akan diterima Israel antara tahun 2015 dan 2017. Israel dikatakan, juga berkesempatan untuk membeli lagi 55 pesawat tempur serupa. Produsen F-35 Lockheed Martin, kementerian pertahanan Amerika Serikat dan pemerintah Israel berunding selama lebih dari tiga tahun mengenai harga dan persyaratannya.

Kepemimpinan angkatan udara Israel memang telah mengutarakan keinginan untuk membeli pesawat tempur yang tidak tertangkap radar itu, namun juga mengeluhkan harga per unitnya yang mencapai 200 juta dolar.

Selain itu kementerian pertahanan Israel mendesak keterlibatan perusahaan persenjataan Israel dalam perakitan seluruh pesawat F-35. Seperti yang dilaporkan harian Israel "Ha'aretz", Israel berhasil menggolkan butir negosiasi ini. Tiga perusahaan persenjataan Israel yaitu Elbit Systems, Israel Aerospace Industries dan Blade Technology akan mengambil alih produksi helm pilot, sayap pesawat tempur dan sistem transmisi kecepatan untuk Lockheed Martin. Kesepakatan kerja sama itu bernilai hingga 1,4 miliar dolar.

Jenderal Udi Shani dari kementerian pertahanan Israel mengatakan, "Tiga hal mendasar sudah kami amati dalam kesepakatan ini. Salah satunya adalah penentuan harga, yang kedua adalah keterlibatan industri Israel. Tapi butir yang paling penting adalah kemandirian Israel di bidang teknologi, penguasaan dan pengawasannya. Kemandirian Israel merupakan motif yang hampir sentral, yang membawa kami pada penandatanganan kontrak ini."

Baik Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dan juga dirjen Shani menyinggung pembelian F-35 sebagai reaksi terhadap program nuklir Iran yang disebutnya sebagai "ancaman lain di wilayah, tantangan dan jarak lainnya."

Clemens Verenkotte / Luky Setyarini
Editor: Edith Koesoemawiria