1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Israel Hentikan Serangan Tujuh Jam

Israel mengumumkan bakal menghentikan serangan selama tujuh jam pada hari Senin (4/8), di tengah kemarahan dunia atas serangan maut atas sebuah sekolah PBB di wilayah Palestina.

Gencatan senjata sepihak, muncul setelah dunia menyampaikan kutukan marah atas serangan Israel yang menyebabkan 10 warga Palestina yang sedang berlindung di sekolah itu tewas.

Angkatan bersenjata Israel mengatakan tuju jam ”jendela kemanusiaan“ berlaku pada hari Senin di seluruh kantung Palestina kecuali wilayah di timur bagian selatan kota Rafah,“ di mana bentrokan masih terjadi dan di sana ada kehadiran tentara Israel.”

Angkatan bersenjata Israel memperingatkan bahkan akan “membalas setiap upaya untuk memanfaatkan jendela (gencatan sepihak)” dan serangan atas warga sipil dan militer selama gencatan, yang ke-enam kalinya dinyatakan Israel sejak mereka melakukan konfrontasi 8 Juli lalu.

Pengumuman itu diterima dengan sikap tidak percaya oleh kelompok perlawanan Hamas, yang juru bicaranya Sami Abu Zuhri menyerukan warga Gaza agar menyikapinya dengan hati-hati.

“Gencatan sepihak diumumkan oleh Israel sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari pembantaian yang mereka lakukan,” kata dia.

Militer Israel mengatakan yang mereka sasar sebetulnya tiga jihadis di atas sebuah sepeda motor ”yang berada di dekat sekolah UNRWA milik PBB di Rafah”.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut serangan atas sekolah yang menjadi tempat penampungan sekitar 3.000 warga Palestina yang mengungsi dari rumah mereka akibat konflik itu “menunjukkan amarah moral dan sebuah tindakan kriminal”. (Baca: Israel Kerahkan Ribuan Pasukan Cadangan ke Gaza)

Dalam pernyataan Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ”serangan Israel tidak ditujukan kepada warga sipil dan meminta maaf jika ada serangan yang secara tidak sengaja mengenai warga,“ tanpa langsung menyebut soal serangan atas sekolah PBB tersebut.

Sejak serangan Israel dimulai 8 Juli lalu, jumlah total korban tewas telag mencapai lebih dari 1.820 jiwa, demikian menurut sumber medis

Dalam pernyataan hari Senin, Netanyahu mengatakan operasi Gaza “akan terus berlanjut sampai tujuannya tercapai: mengembalikan ketenangan dan keamanan bagi warga Israel untuk jangka waktu panjang sambil secara signifikan menghancurkan infrastruktur teror.“

ab/rn (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan