1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Israel Dianggap Memanfaatkan Kasus Penculikan Shalit

25 Juni 2006, serdadu Israel Gilad Shalit diculik satu kelompok militan Palestina, ketika tengah melakukan patroli sepanjang perbatasan jalur Gaza. Hingga kini semua upaya untuk membebaskannya gagal.

Awal pekan ini di Yerusalem, sanak keluarga Gilad Shalit bersama kawan-kawan dan para pendukungnya berunjuk rasa di kawasan perkantoran pemerintah. Mereka menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanjahu untuk melakukan segalanya agar serdadu muda yang diculik itu dibebaskan.

Menteri Avischai Bravermann dari Partai Buruh menemui para demonstran itu di jalanan dan menyatakan akan mendukung upaya itu. "Saya akan terus mendukung dengan segala cara. Keputusan harus diambil, tapi di tingkat kepala negara dan menteri pertahanan. Kita tahu harganya, tapi saya belum berada di pucuk pemerintahan dan bukan yang seharusnya mengambil keputusan itu. Tapi saya akan berusaha menggunakan pengaruh saya untuk mendesak ketua partai dan perdana menteri."

Gilad Shalit kini sudah empat tahun berada di tangan kelompok bersenjata Palestina. Diperkirakan ia ditahan di jalur Gaza. Tapi secara persis, lokasinya tak diketahui. Begitu ungkap jurnalis senior Israel dan penulis buku tentang Jalur Gaza, Shlomi Eldar. "Setahu saya, ia berada di suatu tempat yang tersembunyi. Ia tidak bisa dikunjungi dan berada dalam situasi sulit. Sudah empat tahun ia ditahan dan tak akan dibebaskan."

Shlomi Eldar mengenali wilayah Jalur Gaza, lebih baik dari jurnalis lain. Menurut dia, peluang untuk membebaskan Shalit sangat besar ketika ia baru diculik. Namun perdana menteri ketika itu, Ehud Olmert, tidak mau berhubungan dengan Hamas. Sementara kelompok penculik itu mengaku berafiliasi dengan Hamas. Kini Hamas menuntut pembebasan 1.000 tahanan Palestina dari penjara Israel. Harga yang menurut Eldar sangat mahal

Beberapa hari lalu, di Israel diberitakan bahwa perundingan sudah kembali dilakukan. Seorang penengah berada di Jalur Gaza untuk berbicara langsung dengan pemimpin Hamas. "Saya kira, juru penengah Jerman ini bisa mencapai hasil yang belum pernah diraih orang lain. Ia berhasil mendapat kepercayaan kedua belah pihak. Saya tahu bahwa pemimpin Hamas, Dr. Mahmoud Al-Zahar, sangat menghormatinya," dikatakan Shlomi Eldar.

Tapi apakah penengah itu betul-betul datang ke Gaza, kini diragukan. Seorang jurnalis lain menyebutnya sebagai desas-desus yang disebar oleh pemerintah untuk menutupi keadaan yang sebenarnya. Begitu menurut jurnalis Yoav Limor yang fokus liputannya adalah keamanan. Pemerintah Israel tampaknya tidak mau mengambil keputusan. Yoav Limor menilai, pemerintah Israel menggunakan kasus penculikan Gilad Shalit untuk kepentingan politik.

Bettina Marx / Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan