1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

ISIS Bendung Militer Irak di Fallujah

Laju pasukan Irak di kota Fallujah tertahan menyusul perlawanan sengit Islamic State. Kelompok teror tersebut dikabarkan telah membangun tameng manusia di pusat kota. PBB mengkhawatirkan bencana kemanusiaan.

Gerilayawan Islamic State berhasil menghambat laju pasukan Irak di Fallujah dengan melancarkan serangan balik di gerbang selatan kota. Sementara itu PBB mengkhawatirkan nasib warga sipil yang terjebak di dalam kota.

Operasi militer Irak di Fallujah yang didukung Amerika Serikat dan Iran adalah serangan terbesar terhadap Islamic State. Pemerintah Baghdad ingin merebut kembali kota terbesar kedua yang dikuasai Islamic State sejak 2014 tersebut.

Sepekan setelah dimulainya operasi militer di Fallujah, pasukan Irak Senin (30/5) silam mulai memasuki perbatasan kota dari arah selatan. Terutama satuan elit Irak dikabarkan berhasil merangsek hingga 500 meter ke dalam kota.

Baghdad meyakini, merebut kota tersebut bisa menjadi titik balik kekuasaan ISIS di Irak.

Fallujah yang pernah menjadi medan pertempuran paling dahsyat yang dialami militer AS selama perang Irak adalah benteng terdekat ISIS ke kota Baghdad. Jarak kedua kota cuma terpaut 70 kilometer. Pemerintah meyakini di kota itu ISIS merencanakan serangan teror terhadap ibukota.

Saat ini sekitar 50.000 penduduk sipil diyakini masih bercokol di Fallujah. Sebagian besar sudah melarikan diri. Mereka yang bertahan terancam bencana kemanusiaan karena minimnya akses terhadap makanan, air bersih dan layanan kesehatan.

Terlebih ISIS dikhawatirkan menyandera penduduk Fallujah untuk dijadikan tameng manusia.

Tonton video 00:40

"Bencana kemanusiaan sedang terjadi di Fallujah," kata Jan Egeland, Sekretaris Jendral Dewan Pengungsi Norwegia yang membantu pengungsi Irak. "Pihak yang bertikai harus menjamin jalan keluar yang aman buat warga sipil sebelum segalanya terlambat dan lebih banyak korban berjatuhan," tukasnya.

PBB melaporkan kelompok militan ISIS menggunakan ratusan keluarga Fallujah sebagai tamen manusia di pusat kota. Taktik serupa pernah dilakukan di kota-kota lain di Irak. Namun 3700 orang dikabarkan berhasil melarikan diri.

"Ada laporan dari penduduk yang melarikan diri beberapa hari silam, bahwa sebagian dipaksa hidup berpindah bersama gerilayawan ISIS di dalam kota," kata Ariane Rummery, juru bicara Badan Pengungsi PBB, UNHCR.

rzn/hp (rtr,ap)

Laporan Pilihan