1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Iran Tolak Prasyarat Perundingan

Proses negosiasi sengketa nuklir Iran akan kembali digelar pada akhir pekan mendatang. Namun Iran menolak diberlakukannya prasyarat tertentu sebelum perundingan.

Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi menyatakan, Iran tidak setuju jika negara-negara adi daya memaksakan persyaratan, menjelang dimulainya kembali pembicaraan sengketa nuklir Iran pada pekan ini. Kepada kantor berita parlementer Iran, Salehi menandaskan, “Penetapan persyaratan sebelum perundingan berlangsung, tidaklah berarti dan tak satupun pihak bersedia untuk menerimanya,“

Ali Akbar Salehi

Ali Akbar Salehi

Prasyarat Barat

Sebelumnya pejabat Amerika Serikat mengatakan, penangguhan pengayaan uranium tingkat tinggi dan penutupan fasilitas nuklir di bawah gunung dekat kota suci Qom merupakan prioritas dalam perundingan nuklir antara Iran dengan negara-negara Barat, yang rencananya akan berlangsung pada hari Sabtu (14/04) di Istanbul, Turki.

Salehi menambahkan, “Persoalan-persoalan ini telah diangkat oleh media dan kita tidak dapat mendasarkan penilaian atas apa yang direfleksikan oleh peliputan media.“ Dikatakannya, tim negosiasi Iran akan mempertahankan posisinya dalam perundingan nanti.

Iran Atomkraftwerk Atom Buschehr

Fasilitas nuklir di Buschehr

Diharapkan Berhasil

Amerika Serikat bersama sekutunya berharap dapat menggolkan kesepakatan dengan Iran terkait sengketa nuklir di Iran, yang ditengarai dimanfaatkan untuk membangun senjata nuklir. Namun pemerintahan di Teheran membantah tudingan tersebut, dengan berulangkali menyatakan bahwa fasilitas nuklir mereka dibangun untuk kepentingan damai.

Sementara itu, harga minyak mentah merosot hari Senin (09/04), menyusul pemberitaan akan digelarnya kembali perundingan sengketa nuklir antara Iran dengan AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Jerman.

rtr/AP/YF

Laporan Pilihan