Iran Terus Tuntut PBB Cabut Sanksi | dunia | DW | 07.07.2015
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Iran Terus Tuntut PBB Cabut Sanksi

Perundingan sengketa atom Iran di Wina masuki fase amat menentukan. Hingga menjelang deadline, Teheran tetap menuntut diakhirinya seluruh sanksi PBB, namun sebaliknya barat ngotot menolak.

Perbedaan pandangan antara delegasi Iran dengan delegasi 5 negara pemilik hak veto, yaitu AS, Inggris, Rusia, Cina dan Perancis ditambah dengan Jerman masih sangat lebar, sementara "deadline" perundingan sengketa program atom Iran tanggal 7 Juli tengah malam waktu Wina semakin dekat. Delegasi Iran tetap ngotot menuntut PBB mencabut sanksi terkait program rudal anti balistik dan embargo luas bisnis senjata sebagai syarat untuk mencapai kesepakatan.

Tapi delegasi 5+1 tetap menolak pencabutan sanksi militer terhadap Iran. "Argumen Iran bahwa tidak ada alasan mengkaitkan sanksi program rudal anti balistik dengan program nuklir mereka, sulit diterima logika", ujar seorang petinggi negara barat kepada wartawan. Tapi Iran menyatakan mengklaim haknya dan menuntut pencabutan semua sanksi militer, jika sanksi PBB juga dicabut.

Perundingan di ibukota Austria itu berbasis "framework" yang disusun bersama bulan April lalu, dan disepakati akan dikaji lagi antara Iran dengan grup 5+1 hingga 30 Juni. Tapi kenyataannya "deadline" diundurkan hingga 7 Juli dan tetap belum ada pertanda bakal tercapai kesepakatan mengenai penghentian sepenuhnya program atom Iran. Barat terus menuding Teheran melakukan progam senjata atom di balik kedok program nuklir untuk tujuan damai. Sementara pemerintah Iran tetap mengklaim program untuk tujuan sipil.

Deadline diundur lagi?

Dari kalangan jururunding disebutkan, jika hingga tanggal 7 Juli tengah malam tetap tidak tercapai kesepakatan, ada kemungkinan deadline diundur lagi hingga 9 Juli. Seorang pejabat tinggi di Washington juga sudah mengisyaratkan ada kemungkinan deadline kembali diundur satu atau dua hari.

Sementara delegasi Jerman yang dipimpin menlu Frank-Walter Steinmeier menegaskan, para pihak yang berunding masih amat jauh dari tercapainya sebuah kesepakatan. "Kami juga tidak berani meremehkan masih adanya kendala bahwa sejumlah pertanyaan penting belum ada solusinya", ujar seorang diplomat Jerman.

Terutama Amerika Serikat yang diwakili menlu John Kerry terus berupaya sekuat tenaga, agar kesepakatan dengan Iran bisa tercapai sebelum 9 Juli. Pasalnya jika kesepakatan tercapai sebelum 9 Juli, Kongres hanya punya waktu 30 hari untuk menyetujui. Jika lewat tengat itu itu, Kongres yang dikuasai kubu Republik punya waktu 60 hari untuk menolak deal.

Sengketa program atom Iran hingga perundingan Jenewa sudah berlangsung hampir 13 tahun, dan sejauh ini belum ada kesepakatan definitif yang tercapai. Sejauh ini, Iran juga belum menunjukkan indikasi telah memiliki bom atom, walau sejumlah negara barat beberap tahun silam menuding, hal itu tinggal selangkah lagi.

as/ml (rtr,afp,ap,dpa)

.

Laporan Pilihan