1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Iran Siap Lanjutkan Perundingan Atom

Perundingan mengenai program atom Iran yang terhenti lebih dari setahun, akan dilanjutkan kembali 13 April mendatang. Tempat perundingan belum diputuskan.

Menteri luar negeri Iran, Ali Akbar Salehi pada saat dimulainya kunjungan PM Turki, Recep Tayyip Erdogan ke Teheran Rabu (28/3) menyatakan, babak perundingan berikutnya akan dimulai 13 April. "Tempat perundingan akan diumumkan beberapa hari mendatang", katanya. "Kota metropolitan Istanbul merupakan lokasi terbaik untuk melanjutkan perundingan.Tapi terdapat kemungkinan lokasi lainnya", kata Salehi menambahkan.

Türkei Iran Erdogan Teheran

PM Turki Erdogan di Teheran tawarkan jadi tuan rumah perundingan terbaru.

Pembicaraan terakhir, antara Iran dengan kelompok enam yang terdiri dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, masing-masing Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan Cina ditambah Jerman digelar bulan Januari 2011 di Istanbul. Perundingan dihentikan tanpa mencapai hasil.

Pada kunjungannya di Teheran, PM Turki Erdogan kembali menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan lanjutan program atom Iran pertengahan April mendatang.

Para diplomat Uni Eropa di Brussel juga mengkonfirmasi tanggal kemungkinan dimulainya lagi perundingan program atom dengan Teheran. Juga disebutkan, dimana lokasinya belum ditetapkan. Diperkirakan pimpinan kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton akan kembali memimpin delegasi dari apa yang disebut kelompok enam negara itu.

Sanksi dipertajam

Sejak dihentikannya perundingan, kedua pihak tidak berhasil satu kalipun mencapai kesepakatan menyangkut agenda perundingan berikutnya. Karena itu Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin mempertajam sanksi terhadap pemerintahan di Teheran, untuk menekannya agar menghentikan program pengayaan Uranium. Antara lain diterapkan embargo minyak terhadap Iran.

Iranische Atomanlage mit Flagge

Instalasi atom Iran diduga digunakan mengembangkan. senjata atom

Bulan Januari lalu, Teheran menolak masuknya para inspektur atom ke instalasi militer Parchin. Badan energi atom internasional-IAEA menduga, di pangkalan militer itu dilakukan simulasi pemasangan hulu ledak nuklir pada peluru kendali. Juga pada saat kunjungan inspektur IAEA, pejabat Iran tidak menunjukan sikap kooperatif.

Negara-negara barat dan Israel sejauh ini menuduh Teheran melakukan program senjata atom, dengan bersembunyi di balik program atom untuk tujuan damainya. Pimpinan Iran juga berulangkali menampik tuduhan itu.

Agus Setiawan(afp,rtr,dpa)

Editor : Vidi Legowo-Zipperer