1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Investigasi Percobaan Bom New York Berlanjut

Pihak berwenang AS masih memeriksa Faisal Shahzad, warga Amerika keturunan Pakistan yang dituduh terkait percobaan serangan bom di Times Square, Sabtu lalu.

default

Faisal Shahzad

Kepada para penyidik Shahzad mengaku menerima pelatihan membuat bahan peledak di markas Taliban dan Al Qaeda di Pakistan. Jaksa Agung Amerika Serikat Eric Holder mengatakan Selasa (05/05): "Saya tegaskan, investigasi masih terus berjalan. Kami terus mengumpulkan petunjuk dan informasi intelijen terkait serangan teror tersebut. Jelas ini adalah rencana aksi teroris yang bertujuan membunuh warga Amerika di salah satu kawasan tersibuk di negara kita."

Faisal Shahzad diduga mengendarai Nissan SUV yang mengangkut bom ke Times Square, Sabtu lalu, saat ribuan orang, termasuk wisatawan, membanjiri gedung teater dan obyek wisata lain. Polisi datang setelah mendapat informasi tentang kendaraan berasap yang diparkir dengan janggal dengan mesin dan lampu hazard menyala. 53 jam setelahnya, Senin tengah malam, Shahzad ditangkap di lapangan terbang John F Kennedy, saat pesawat maskapai Emirates yang ditumpanginya siap lepas landas ke Dubai. Ia mengantungi tiket satu kali jalan dengan tujuan Islamabad, Pakistan.

Faisal Shahzad dituduh mencoba melakukan lima aksi teror, termasuk penggunaan senjata pemusnah massal untuk membunuh warga di New York. Ia terancam hukuman seumur hidup. Komisaris Polisi New York Ray Kelly mengatakaan, Shahzad bekerjasama dengan penyidik dan memberi informasi yang signifikan. AS dan Pakistan kini mencoba menelusuri jejak Shahzad hingga sampai ke Times Square, bagaimana ia sampai ke kamp pelatihan di Pakistan dan kelompok mana yang mempengaruhinya.

Seperti sejumlah anggota Al Qaeda yang paling terkenal, Faisal Shahzad memiliki latar belakang baik yang tidak memberi isyarat radikalisme. Dari luar, ia tak punya kemiripan dengan warga miskin Pakistan yang terpikat pada Taliban dengan janji akan jihad dan kemartiran. Shahzad adalah putra pensiunan marsekal muda angkatan udara Pakistan. Saudara lelakinya seorang insinyur mesin di Kanada. Ayahnya kini menetap di tanah pertanian yang luas di Dera Ismail Khan, Pakistan.

Shahzad menghabiskan sebagian besar waktu dalam satu dekade terakhir di Connecticut. Tahun lalu, tidak lama setelah resmi menjadi warga AS, ia meninggalkan pekerjaannya sebagai analis keuangan, berhenti membayar cicilan rumahnya dan mengatakan kepada agen propertinya untuk membiarkan bank mengambil rumah itu karena ia akan kembali ke Pakistan. Menurut para penyidik, sesampainya di Pakistan, Shahzad melakukan perjalanan ke wilayah Waziristan dan belajar membuat bom di kamp pelatihan teroris.

Menyusul penangkapan Faisal Shahzad, warga kota New York menghadapi tindak pengamanan lebih ketat. Polisi memeriksa tas para penumpang yang memasuki stasiun kereta bawah tanah. Kami harus waspada, kata Komisaris Polisi Ray Kelly, karena di mata teroris New York adalah Amerika yang ingin mereka habisi warganya.

Presiden Barack Obama Selasa kemarin mengatakan: "Sebagai warga dan bangsa Amerika, kita tidak akan membiarkan diri diteror, tidak akan gemetar ketakutan dan diintimidasi."

Sementara itu, Walikota Mew York Michael Bloomberg memperingatkan, ia tidak akan mentolerir serangan balasan apapun terhadap warga Pakistan atau muslim setempat.

RP/HP/ap/afp/dpa/rtr