1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Internasional Puji Referendum Turki

Keikutsertaan referendum juga cukup tinggi, yakni sekitar 78 persen dari jumlah keseluruhan pemilik hak pilih. Hasil referendum dianggap sebagai langkah penting bagi pendekatan Turki terhadap Uni Eropa.

default

PM Erdogan sampaikan pidato sehari sebelum digelarnya referendum Turki (11/09)

Sukses referendum reformasi konstitusi di Turki dipuji dunia internasional. Presiden AS Barack Obama dalam percakapan telefon dengan PM Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu (12/09)mengatakan, tingginya keikutsertaan warga merupakan pertanda dari dinamika demokrasi di Turki.

Sementara Komisaris Perluasan Uni Eropa Stefan Füle selain memuji diterimanya reformasi konstitusi, juga menuntut reformasi lebih luas lagi di Turki. Disebutkannya, rencana pembaruan itu sudah merupakan langkah ke arah yang tepat. Juga Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menyatakan gembira melihat sukses referendum reformasi konstitusi di Turki itu. Westerwelle dalam pernyataannya menyebutkan, reformasi konstitusi ini merupakan langkah penting berikutnya bagi pendekatan Turki terhadap Uni Eropa.

PM Recep Tayyip Erdogan disambut layaknya seorang mahabintang pada saat pesta perayaan kemenangan partainya, AKP, dalam referendum konstitusi ini. Erdogan kembali menegaskan, pemenang sejati dari referendum ini bukanlah partainya, melainkan demokrasi Turki. Ia juga kembali menggarisbawahi arti penting dari tanggal 12 September itu dalam sejarah Turki. Tepat 30 tahun lalu, pada tanggal 12 September 1980 militer Turki melancarkan kudeta dan sebagai dampaknya menetapkan konstitusi para pengkudeta. Konstitusi tersebut sejauh ini sebagian besarnya masih berlaku tanpa perubahan berarti. Kini lewat hasil referendum, konstitusi itu direformasi.

Warga Turki dalam referendum hari Minggu (12/09) secara mengejutkan menyepakati reformasi konstitusi dengan suara mayoritas. Sekitar 58 persen pemilih menyatakan setuju terhadap paket reformasi konstitusi yang mengubah 26 pasal. Keikutsertaan referendum juga cukup tinggi, yakni sekitar 78 persen dari jumlah keseluruhan pemilik hak pilih.

Erdogan menyatakan, dengan hasil referendum konstitusi itu, kekuasaan parlemen akan bertambah. Ia juga menjanjikan lebih banyak demokrasi dan kebebasan. Hak-hak warga juga diperkuat. Karena dalam konstitusi ini, kini untuk pertama kalinya dijamin hak individu untuk mengajukan gugatan ke mahkamah konstitusi. Dalam waktu bersamaan pengawasan sipil terhadap militer juga diperkuat. Para jenderal yang melakukan kudeta pada tahun 1980 dan masih hidup, kini dapat diajukan ke pengadilan. Hak pengadilan militer juga dibatasi.

Pasal keseteraan hak dasar juga diperluas, dengan memberikan hak prioritas bagi warga minoritas atau terpinggirkan. Pemerintah kini memiliki pengaruh lebih besar terhadap parlemen dalam penunjukan para hakim. Pasal mengenai penunjukan hakim inilah yang terutama dikritik kelompok oposisi, dengan alasan, Erdogan dan partai AKP hendak mengendalikan lembaga pengadilan di Turki.

Tanpa terpengaruh kritik oposisi, dalam pesta kemenangan referendum, Erdogan kembali mengungkapkan wawasannya untuk terus mereformasi konstitusi Turki. “Mulai besok kami akan melakukan konsultasi dengan para petinggi partai dan merancang perubahan konstitusi lebih lanjut.“

Dengan kemenangan referendum konstitusi itu, PM Erdogan dan partainya AKP meraih simpati lebih besar dari dunia internasional, khususnya Uni Eropa, dan juga dari warga Turki sendiri. Citra Erdogan di dalam negeri terus meningkat, dengan tetap menggariskan program pendekatan ke Uni Eropa serta program transformasi ekonominya. Turki yang sebelumnya dipandang sebagai negara yang bermasalah secara finansial, sekarang berubah menjadi sebuah pasar baru yang sedang tumbuh dan amat menjanjikan. Juga kemenangan referendum konstitusi dengan suara mayoritas itu, semakin memantapkan posisi partai AKP dalam menghadapi pemilu parlemen yang akan digelar tahun 2011 depan.

Agus Setiawan/dpa,afp

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan