1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Inilah Sengketa Pemohon Suaka di Jerman

Jerman gelar konferensi nasional di Stuttgart bahas masalah pengungsi. Hampir setengah juta pengungsi minta suaka di Jerman, separuhnya datang dari Balkan. Ongkos penampungan meroket setinggi 5 milyar Euro setahun.

Masalah arus pengungsi ke Eropa khususnya ke Jerman jadi tema perdebatan politik panas. Tema utama konferensi nasional masalah pengungsi di Jerman awal pekan ini adalah ongkos penampungan yang meroket setinggi 5 milyar Euro. Selain itu serbuan arus pengungsi dari kawasan Balkan yang ingin ikut menikmati "kue kemakmuran" di Jerman juga jadi masalah tersendiri. Inilah fakta dan data mengenai pengungsi di Jerman serta silang sengketa politik di seputarnya.

Tema utama sengketa: Anggaran Pengungsi

Di Jerman negara-negara bagian-lah yang bertanggung jawab menampung sementara para pengungsi selama permohonan suaka diproses. Bulan Juni lalu saja tercatat 30.000 permohonan suaka yang harus diproses. Hingga akhir tahun ditaksir ada 450.000 pemohon suaka yang antri ingin mendapat "tunjangan pengungsi" di Jerman.

Negara-negara bagian Jerman menaksir, hingga akhir tahun memerlukan anggaran 5 milyar Euro atau sekitar 75 Trilyun Rupiah untuk bantuan bagi pengungsi. Negara-negara bagian sudah kehabisan anggaran, dan kini meminta pemerintah federal meningkatkan kontribusi bantuan. Untuk penampungan, logistik, makan dan minum serta uang saku seorang pengungsi per tahun, perlu anggaran minimal 12.500 Euro. Sejauh ini pemerintah federal hanya menjanjikan kontribusi satu milyar Euro per tahun.

Antisipasi arus pengungsi

Pemerintah Jerman sejauh ini tidak menduga gelombang pengungsi yang amat besar dari kawasan perang saudara di Suriah, Irak dan Afghanistan yang ingin mencari suaka di negara ini. Ditambah lagi adanya eksodus besar-besaran warga dari kawasan Balkan, terutama dari Albania, Kosovo dan Makedonia.

Alasan pengungsi Balkan bukan ancaman perang yang bisa menewaskan mereka, tetapi ingin hidup lebih enak dan makmur, dengan membonceng pembagian kesejahteraan di Jerman. Aturan di Jerman menetapkan, setiap pengungsi atau pemohon suaka bisa mendapat uang saku hingga 400 Euro atau sekitar Rp.6 juta sebulan.

Hambatan gara-gara pengungsi Balkan

Statistik menunjukan, sekitar 50 persen pemohon suaka berasal dari pengungsi Balkan. Sesuai aturan yang berlaku di Jerman, permohonan suaka dari kawasan itu pasti akan ditolak dan mereka akan dideportasi pulang. Tapi dampak negatif dari gelombang pengungsi dari Eropa tenggara itu adalah macetnya proses permohonan suaka bagi para pengungsi lain yang lebih membutuhkan suaka, yakni pelarian dari Suriah, Irak dan Afghanistan. Akibat kemacetan karena diserbu pengungsi intern Eropa itu, jawatan yang menangani permohonan suaka nyaris "kolaps". Karena itu dalam konferensi nasional itu, tema pengungsi Balkan dibahas secara khusus.

Harapan dan realita

Semua pengungsi yang datang ke Jerman, baik dari kawasan konflik bersenjata ataupun dari kawasan aman di Eropa punya harapan yang sama: Mengecap kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Untuk pemohon suaka ada prosedur tetap yang panjang yang harus dilakoni sebelum diizinkan menetap di Jerman. Mula-mula saat datang mereka ditampung di kamp pengungsi. Jika permohonan sudah diproses, bisa dipindah ke tempat penampungan lebih nyaman.

Sekitar 30 persen pengungsi dari kawasan konflik, dilaporkan mendapat izin khusus untuk bermukim sementara. Mereka juga boleh mencari kerja dengan mematuhi persyaratan tertentu, namun biasanya amat sulit mendapat pekerjaan di Jerman. Sekitar 60 persen pengungsi sisanya, diekstradisi kembali ke negara asal, karena tidak memenuhi syarat.

Warga Jerman "siap" terima pengungsi

Jajak pendapat terbaru yang dibuat yayasan Bertelsmann menunjukan, duapertiga responden menganggap tema pengungsi dan pemohon suaka sebagai topik politik terpenting saat ini. Sekitar 33 persen responden menyatakan, Jerman harusnya menerima lebih banyak pengungsi. Respoenden yang meminta perubahan politik dan aturan pengungsi mencapai 73 persen. Tapi juga terdapat lapisan kecil warga yang anti dan membenci pengungsi. Laporan polisi menyebutkan, dalam 7 bulan pertama tahun ini, tercatat 200 tempat penampungan pengungsi diserang dan bahkan beberapa diantaranya dibakar.

Laporan Pilihan