1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Inilah Satire Yang Buat Erdogan Berang

Langkah presiden Turki Erdogan, memanggil dubes Jerman di Ankara terkait satire di televisi regional Jerman dikecam banyak pihak. Video satire Erdogan di Youtube telah diklik 2,8 juta orang.

Sebuah tayangan satire menunjukkan haluan politik presiden, Recep Tayyip Erdogan yang ditayangkan televisi regional Jerman NDR membuat penguasa Turki itu berang. Erdogan lalu memerintahkan kementrian luar negeri untuk memanggil duta besar Jerman di Ankara, Martin Erdmann untuk menyampaikan nota protes.

Akibat intervensi Erdogan itu, clip video musik Erdowie, Erdowo, Erdogan dalam tayangan satire acara Extra 3 yang disiarkan NDR pekan lalu yang diunggah di kanal Youtube sudah diklik lebih dari 2,8 juta orang. NDR bahkan menyediakan terjemahan ke dalam bahasa Inggris lewat fungsi subtitle.

Dalam satire itu terutama dikritik sikap keras Erdogan terhadap media maupun wartawan yang kritis terhadap kebijakannya. Juga dikritik korupsi yang menggurita di kalangan pejabat tinggi serta perlakuan kekerasan terhadap kaum perempuan di negeri dua benua itu.

Tuai kritik

Langkah intervensi yang dinilai berlebihan itu, sontak memicu kritik dari Uni Eropa maupun pemerintah di Berlin. "Langkah Ankara ini tidak selaras dengan penghormatan kebebasan pers dan berekspresi, yang merupakan nilai yanh dijunjung tinggi Uni Eropa", tegas Mina Andreeva jurubicara komite Uni Eropa seperti dikutip KB Reuters.

"Langkah Erdogan itu, diyakini akan menjauhkan Turki dari Uni Eropa. bukan seperti diharapkan makin mendekat", ujar jubir Uni Eropa mengutip pernyataan ketua komisi UE Jean-Claude Juncker. Seperti diketahui, Turki menghendaki diakui sebagai anggota Uni Eropa. Dengan memanfaatkan isu krisis pengungsi, pemerintah di Ankara juga terus menekan agar proses keanggotaan dipercepat.

Pemerintah di Berlin secara resmi juga membantah protes Erdogan. Kementrian luar negeri di Berlin dalam sebuah pernyataan menyebutkan, dubes Erdmann yang membela kebebasan pers, telah melakukan tugasnya dengan baik, untuk melindungi negara hukum, kebebasan kehakiman serta penghormatan terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi.

as/yf(dpa,rtr,afp,epd)

Laporan Pilihan