1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Inilah Pemenang The Bobs 2016

Lewat rapat Dewan Juri Internasional, DW telah memilih seluruh pemenang dalam empat kategori utama. User internet juga telah memberikan suaranya untuk menentukan pemenang User Award di seluruh kategori yang dilombakan.

Untuk ke-12 kalinya Deutsche Welle menganugrahkan peghargaan The Bobs - Best of Online Activism. Pada edisi tahun ini, proyek, inisiatif dan aktivisme online dari Jerman, Bangladesh, India dan Iran berhasil menjadi pemenang.
"Sejauh ini, tahun 2016 bukanlah tahun yang menggembirkan bagi kebebasan berekpresi. Hak untuk mengemukakan pendapat semakin dikekang di banyak belahan dunia," demikian dikatakana Dirjen DW Peter Limbourg.
Para pemenang pilihan juri diumumkan hari ini, Senin (02/05/16) dalam acara peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Media Convention Berlin, Jerman.
Citizen Journalism: "Razor's Edge“, Bangladesh
Film dokumenter karya pria berusia 35 tahun yang menamakan dirinya sebagai Nastiker Dharmakatha (Kotbhah Keagamaan seoarang Atheis) ini mengangkat situasi yang dihadapi dihadapi para blogger atheis di Bangladesh. Film ini menguak, bagaimana para politisi papan atas mendukung pembunuhan brutal terhadap blogger yang dilakukan milisi Islam.
Dokumentation RAZOR'S EDGE

Film dokumenter yang angkat situasi yang dihadapi bölogger di Bangladesh

Juri untuk bahasa Bengali Rafida Bonya Ahmed, janda Avijit Roy, blooger yang dibunuh di Dhaka pada tahun 2015, mengatakan, "Penghargaan yang diberikan pada proyek asal Banglades dua kali berturut-turut menjadi bukti bahwa situasi di Banglades tidak membaik, bahkan semaki buruk. Dalam lima minggu trakhir, terjadi empat serangan pembunuhan. Para aktivis sekuler, penulis, blogger, guru dan warga minoritas merasakan, tidak ada lagi tempat yang aman bagi mereka."
Tech for Good: "Gershad“, Iran
Bobs 2016 Gershad Banner

App Gershad dari Iran untuk peringatkan warga tentang keberadaan polisi Syariah yang sewenang-wenang

Aplikasi smartphone “Gershad” berfungsi sebagai sistem peringatan dini dan mencatat di mana polisi syariah berjaga. Lokasi yang ditampilkan berdasarkan laporan para user. Di banyak kota-kota di Iran polisi syariah berjaga di hampir setiap sudut kota. Mereka bertugas mengawasi kepatuhan warga dalam menerapkan etika periilaku dan juga etika berpakaian, terutama pakaian yang dikenakan perempuan.

Mengomentari peghargaan yang diraihnya, pengembang app yang tidak mau menyebutkan namanya ini mengatakan, "Penghargaan ini didedikasikan bagi para pengguna App tersebut. Gershad buakan hanya app crowdsourcing, namun juga merupakan awal untuk mengungkap praktik kerja para polisi syariah yang sewenang-wenang. Dan juga untuk berdiskusi mengenai tema-tema penting guna menguatkan hak-hak warga di Iran."
Social Change: "Stop Acid Attacks“, India
The BOBs 2016 Category Social Change Acid Attacks Voting link

Kampanye untuk hentikan serangan asam keras di India

Stop Acid Attacks (SAA) adalah kampanye melawan kekerasan menggunakan asam keras di India. SAA berusaha menjembatani para korban dengan masyarakat, karena sebagian besar korban kejahatan brutal ini mengisolasi diri. Karena ketidakpedulian pemerintah dan masyarakat, sebagian besar korban tidak memiliki kesempatan dan sering hidup dalam kesendirian. SAA bertujuan untuk meneliti dan melacak kasus serangan asam dan mengumpulkan data untuk mengetahui situasi yang sebenarnya mengenai korban.

Arts & Culture: Initiative „Zentrum für politische Schönheit“, Jerman
Zentrum für politische Schönheit atau “Pusat untuk kecantikan politik” menjadi inisiatif dari Jerman ke-2 yang terpilih sebagai pemenang dalam sejarah penyelenggaraan The Bobs. Lewat bentuk protes provokasi, Zentrum für politische Schönheit berhasil mencuatkan perhatian publik untuk berbagai topik, seperti tragedi pengungsi di Laut Tengah, dampak penutupan perbatasan untuk hak asasi manusia atau ekspor senjata ke negara-negara berkembang.
User Award B. Indonesia: Qureta
Tahun ini, penghargaan User Award Bahasa Indoensia diberikan pada Qureta, yang berhasil mengumplkan suara terbanyak dalam voting online. Qureta adalah sebuah upaya untuk merawat dan mengembangkan tradisi literasi di Indonesia. Dalam menanggapi pertumbuhan situs web yang mempromosikan intoleransi dan ketidakpedulian, Qureta berusaha untuk menjadi sebuah oase pemikiran.
Penyerahan Penghargaan
Direktur Jendral DW Peter Limbourg mengatakan di Berlin, "Dengan program dan layanannya, Deutsche Welle berupaya mendukug kebebasan berekspresi di seluruh penjuru dunia. Lewat The Bobs, kami memberikan penghargaan bagi aktivisme online yang beragam, dari segi bahasa mapun budaya. Inisiatif, proyek maupun kampanye online yang diangkat The Bobs memiliki karakter yang bisa menjadi panutan. Dan walau berbeda, kesemuanya memiliki satu tujuan yang sama, yaitu membantu mereka-mereka yang menghadapi represi."
Dalam penyelenggaraan tahun ini, The Bobs telah menerima lebih dari 2.300 pendaftaran. Setelah tahap pemeriksaan, dewan juri internasional telah memilih 126 nomine, dan menentukan pemenang di empat kategori utama. Penghargaan bagi para pemenang pilihan juri dan pemenang Freedom of Speech Award akan diserahkan pada acara Deutsche Welle Global Media Forum pada bulan Juni di Bonn.
Penghargaan Freedom of Speech Award tahun ini merupakan yang ke-dua kalinya dianugrahkan DW. Penghargaan ini diberikan pada individu atau inisiatif yang berkontribusi besar pada hak asasi manusia untuk kebebasan berekspresi. Tahun ini, Freedom of Speech Award dianugrahkanpada Sedat Ergin, kepala editor harian Turki Hurriyet.