1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Inilah Pemenang The Bobs 2015

Untuk ke-11 kalinya DW memberikan penghargaan bagi aktivis online. Dewan juri telah menentukan para pemenang dalam kategori utama.

Berbagai proyek serta inisiatif online meramaikan kompetisi The Bobs – Best of Online Activism yang tahun ini diselenggarakan untuk ke 11 kalinya. Dari sekitar 4800 usulan yang diajukan, dewan juri internasional yang beranggotakan 14 orang sebelumnya telah memutuskan 112 finalis untuk tiga kategori utama dan 14 kategori bahasa.


Arts & Media
Zaytoun, the little refugee dinilai yang terbaik untuk meraih penghargaan Arts & Media. Zaytoun merupakan sebuah proyek, yang dalam bentuk video game mengangkat situasi yang dihadapi para pengungsi Palestina dan Suriah. User diajak berperan sebagai seorang anak Palestina yang mencari tempat perlindungan baru, setelah tempat penampungannya di Yarmouk hancur akibat serangan rezim Suriah. Kisah Zaytoun mewakili kehidupan banyak pengungsi Palestina yang meninggalkan kampung halaman mereka dan harus berjuang untuk hidup di kamp pengungsi Suriah.


“Di Suriah terjadi bencana kemanusiaan terbesar abad ini. Dan bencana ini dua, tiga kali lebih parah bagi pengungsi Palestina. Zaytoun berhasil mengangkat keterikatan hubungan ini. Kita mengetahui banyak tentang Suriah, namun jarang mendengar langsung dari mereka yang mengalami sendiri kehidupan di sana. Penghargaan ini untuk menunjukkan bahwa mereka-mereka tidak terlupakan,” dikatakan anggota juri Leila Nachawati.


Privacy & Security
Kategori ini dimenangkan oleh Rancho Electrónico dari Meksiko. Situs ini menyajikan laporan mendalam tentang isu-isu aktual seputar perlindungan data, enkripsi dan pengawasan internet di Meksiko. Pengelola situs ini juga mengadakan berbagai kegiatan yang mengikutsertakan para user dan untuk membangun sebuah komunitas. Situs ini berupaya untuk mengatasi kesenjangan digital dan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Demikian dikatakan anggota juri Renata Avila.


Social Change
Dengan Bonya’s Blog, Rafida Bonya Ahmed berupaya meneruskan kerja suaminya, Avijit Roy yang tewas dibunuh secara tragis pada 26 Februari 2015 di Dhaka. Blog ini berbicara tentang sekularisme dan ilmu pengetahuan. Upaya mewujudkan masyarakat pluralisme di Bangladesh sangat ditentang oleh kelompok fundamentalis. Kelompok ini mengeluarkan daftar hukuman mati, yang di dalamnya tercantum pula 84 blogger dan wartawan. Delapan dari mereka telah menjadi korban pembunuhan. Penghargaan bagi blog ini merupakan upaya untuk memberi dukungan bagi para blogger yang dengan berani menghadapi risiko,“ dikatakan Shahidul Alam, anggota juri dari Bangladesh.


Pemenang Pilihan User
Selain lewat rapat dewan juri, The Bobs juga telah memilih pemenang di kategori bahasa, yang diputuskan berdasarkan voting online. Sekitar 30.000 suara telah diberikan user internet dari seluruh dunia, Untuk People’s Choice for Indonesia, user internet telah memutuskan selasar.com sebagai pemenang.

Dengan berbagai infografik berisi isu-isu publik dan populer di Indonesia, selasar.com berupaya agar netizen memahami gambaran besar sebagai warga negara. Situs ini menyajikan berbagai topik, mulai dari pendidikan, keuangan serta juga tentang perusahaan milik negara yang menggunakan anggaran nasional.

Freedom of Speech Award
Dalam kerangka kompetisi The Bobs, pada bulan Februari lalu, Deutsche Welle telah menganugerahkan Freedom of Speech Award kepada Raif Badawi. Pada bulan Mei 2014, blogger Arab Saudi Raif Badawi (31) oleh pengadilan Arab Saudi divonis hukuman 10 tahun penjara, 1000 kali hukuman dera dengan tongkat dan denda uang sekitar Rp. 3 milyar.

Direktur Jenderal DW Peter Limbourg mengatakan, keputusan tercapai dengan suara bulat untuk menganugrahkan penghargaan itu kepada Raif Badawi, yang dinilai secara luar biasa dan berani berjuang untuk hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat.

Pemenang pilihan juri serta pemenang Fredom of Speech Award akan menerima penghargaan pada 22 Juni di Bonn - Jerman dalam acara Global Media Forum.

Laporan Pilihan