1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Inilah Kata Media Jiran Soal Kabut Asap Indonesia

Media-media di Thailand, Singapura dan Malaysia angkat suara ihwal kabut asap. Sebagian mengecam sikap Jakarta, yang lain mempertanyakan pemerintah masing-masing tentang penanggulangan asap. Inilah rangkumannya

Setiap tahun kabut asap menguji hubungan tiga negara jiran, yakni Singapura, Malaysia dan Indonesia. Tapi kali ini ada yang berbeda. Penduduk di dua negara tetangga terdekat Indonesia itu merasa cukup dan muak atas kiriman polusi asap dari Sumatera dan kalimantan.

Inilah opini media-media di Thailand, Singapura dan Malaysia mengenai upaya pemerintah Indonesia mengatasi kebakaran hutan dan kabut asap.

Apakah Indonesia Mendengar?

The Star, Malaysia

"Cerita yang sama berulang sejak 1997. Dan dalih yang digunakan Indonesia tidak pernah berubah, bahwa perusahaan asing dari Malaysia dan Singapura, ikut bertanggungjawab atas kebakaran hutan. Tapi baru setelah 13 tahun, Indonesia akhirnya menjerat perusahaan-perusahaan yang terlibat....

Ada kesan yang muncul Indonesia terlalu sombong dan curiga terhadap setiap bantuan yang ditawarkan oleh jirannya. Singapura, salah satu negara penerima kabut asap terbesar, sempat menawarkan bantuan, tapi ditolak oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan, Siti Nurbaya Bakar.

Ketika Malaysia mengirimkan 1700 pemadam kebakaran 1997 lalu, mereka selalu diawasi militer Indonesia selama 28 hari aksi pemadaman. Politisi Indonesia mengatakan bahwa rakyat merekalah yang pertama kali menjadi korban kabut asap, apakah mereka mengerti bahwa rakyat Malaysia juga ikut menderita?"

Ketika Kabut Asap Tidak Menghilang
The Straits Times, Singapura

"Kebijakan baru Singapura, yakni menghukum perusahaan yang ikut bertanggungjawab atas kabut asap, bisa dipastikan akan sia-sia. Alasannya sederhana: Masalah utamanya terletak di luar wilayah teritorial kita dan sebab itu tidak bisa diatasi seorang diri oleh Singapura...

Indonesia adalah negara berkembang yang harus mengalokasikan sumber dayanya untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan atau pendidikan. Tapi adalah hal yang krusial bahwa kita tetap menekan Indonesia untuk mengatasi masalah kabut asap, dengan memanfaatkan pengaruh kolektif yang dimiliki lembaga regional atau internasional."

Jakarta Harus Tunjukkan Keinginan Kuat

Bangkok Post, Thailand

"Amarah dan rasa frustasi Singapura bisa dipahami. Jika kita di Thailand menghadapi masalah serupa, kita juga akan mengeluarkan reaksi yang sama. Berbekal undang-undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas, Singapura sebenarnya bisa mengganjar perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan dengan denda ganti rugi sebesar 100.000 Dollar Singapura per hari. Tapi putusan pengadilan saja tidak akan menghentikan kabut asap yang disebabkan oleh petani kecil di Indonesia.

Indonesia harus menunjukkan keinginan yang kuat buat mengatasi masalah tersebut - sesuatu yang saat ini masih langka. Buktinya adalah kabut asap yang selalu muncul dan semakin parah setiap tahunnya.

Yang lebih penting adalah mengendalikan keserakahan pengusaha kaya dan kegigihan perusahaan besar buat melakukan ekspansi. Dengan kata lain, jika mereka masih diberikan impunitas dan pemerintah melulu menutup mata, masalahnya tidak akan pernah bisa diselesaikan."

rzn/as

Laporan Pilihan