1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ingin Tutup Guantanamo, Obama Pindahkan 15 Tahanan

Presiden Barack Obama serius mewujudkan janji kampanyenya untuk menutup kamp Guantanamo sebelum masa jabatannya berakhir. Kini AS memindahkan 15 tahanan ke Uni Emirat Arab.

Sebanyak 15 narapidana Guantanamo dipindahkan ke sebuah penjara di Uni Emirat Arab dalam program transfer terbesar selama pemerintahan Presiden Barack Obama. Menurut Kementerian Pertahanan AS, tahanan yang dipindahkan adalah 12 warga negara Yaman dan tiga narapidana asal Afghanistan.

Langkah tersebut adalah upaya terakhir Obama untuk menutup penjara Guantanamo sebelum masa jabatannya berakhir Januari 2017 mendatang. Saat ini penjara teror ekstrateritorial di Kuba itu masih menampung 61 narapidana.

Para tahanan yang dipindahkan mendekam lama tanpa dakwaan di Guantanamo, sebagian selama 14 tahun. Uni Emirat Arab tahun lalu sukses menjalankan program resosialisasi untuk lima bekas tahanan Guantanamo.

Manuver Terakhir Obama

Lee Wolosky, Utusan Khusus Pemerintah AS untuk penutupan Guantanamo, mengatakan pihaknya berterimakasih pada Uni Emirat Arab yang telah membantu proses penutupan penjara tersebut. "Penjara ini (Guantanamo) tidak cuma merusak hubungan kita dengan sekutu terdekat, tetapi juga mendorong esktrimisme," ujarnya.

Naureen Shah, Direktur Keamanan Nasional dan HAM di Amnesty International, menyambut kepindahan narapidana ke UEA sebagai "isyarat kuat bahwa Presiden Obama serius ingin menutup Guantanamo sebelum ia turun dari jabatannya."

Menurut catatan intelijen AS, sekitar 5% narapidana yang dibebaskan dari Guantanamo oleh Obama kembali memanggul senjata, sementara 8% lainnya diyakini berpotensi besar kembali menjadi jihadis. Pada era George W. Bush, jumlah tahanan yang kembali berperang mencapai 21 persen.

rzn/yf (ap,rtr)

Laporan Pilihan