1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Inggris Bekukan Hubungan Diplomasi dengan Rusia

14 Maret 2018

Inggris memulangkan 23 diplomat Rusia yang diduga mengemban misi spionase. Krisis antara Inggris dan Rusia ini merupakan yang teberat sejak berakhirnya era Perang Dingin.

https://p.dw.com/p/2uJDd
Großbritannien Theresa May, Premierministerin in Downing Street 10
Foto: picture-alliance/AP Photo/F. Augstein

Kasus serangan racun terhadap bekas mata-mata Rusia Sergie Skripal dan putrinya berbuntut panjang. Kini Perdana Menteri Inggris Theresa May memutuskan hubungan diplomatik di level tertinggi dengan Rusia.

Pemerintah di London antara lain mencabut undangan terhadap Menteri Luar Negeri Rusia Sergrey Lavrov dan membatalkan rencana kedatangan sejumlah anggota kabinet ke putaran final Piala Dunia 2018. Dalam pidatonya May mengatakan adalah hal "tragis" bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan cara-cara semacam itu.

May mengklaim ia telah mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Inggris juga melakukan pembersihan dengan mengusir 23 diplomat Rusia yang telah diidentifikasi mengemban misi spionase. Pengusiran itu adalah yang terbesar selama 30 tahun terakhir. PM May juga mempertimbangkan untuk mengamandemen UU Anti Spionase untuk mencegah terulangnya insiden serupa, serta melakukan pengawasan serius terhadap semua warga Rusia yang datang ke Inggris.

Ia menegaskan "tidak ada tempat" untuk kaum elit yang korup di Inggris.

Eskalasi hubungan antara Moskow dan London kian memuncak setelah Kepolisian Inggris menemukan zat beracun yang digunakan untuk membunuh Sergie Skripal adalah Novichok, agen syaraf buatan Rusia.

May awalnya merahasiakan informasi tersebut dan meminta penjelasan kepada Rusia. Namun Moskow "mengabaikan" permintaan tersebut dan tidak memberikan keterangan, kenapa Rusia memiliki senjata kimia yang sudah dilarang oleh Hukum Internasional.

rzn/hp (guardian, ap, dpa)