1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Industri Jerman Genjot Penelitian

Industri Jerman mencatat rekor nilai investasi untuk penelitian. Sedikitnya 54 miliar Euro atau 89 triliun Rupiah dikucurkan tahun ini untuk mengembangkan produk baru. Industri otomotif masih yang terdepan.

Jerman getol menata pertumbuhan ekonomi di masa depan lewat bidang penelitian. Tahun 2013 perusahaan-perusahaan Jerman menggelontorkan dana sekitar 54 miliar Euro atau sekitar 89 triliun Rupiah untuk penelitian dan pengembangan. Jumlah tersebut melampaui nilai investasi yang dikucurkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagian pengamat meyakini, industri di Jerman mengambil pelajaran berharga dari krisis keuangan yang menggerogoti perekonomian Eropa sejak 2008 lalu. "Dengan langkah ini Jerman ingin menjawab persaingan yang ketat di pasar internasional," kata Jan Wieseke dari Universitas Ruhr di Bochum.

Jerman saat ini berada di peringkat ketiga di Eropa jika diukur beradasarkan nilai investasi untuk penelitian dan pengembangan. Sebaliknya Inggris, Perancis dan Italia masih jauh tertinggal di belakang.

Kendati begitu dalam skala internasional Jerman masih kalah dibandingkan Jepang, Korea Selatan atau Cina. Sementara di Eropa, Swedia dan Finnlandia masih berada di peringkat teratas. Menurut Gero Steineke dari Pusat Penelitian untuk Ekonomi, sektor industri di Jerman tidak cuma menambah kapasitas laboraturium penelitian sendiri, melainkan juga mengucurkan dana sebesar 13 miliar Euro kepada lembaga penelitian publik dan universitas.

Industri Otomotif Terdepan

Sejak tahun lalu sektor industri sudah merencanakan nilai investasi besar-besaran di bidang penelitian. Yang terbesar disumbangkan oleh industri otomotif dengan dana sebesar 24 miliar Euro. Dengan jumlah tersebut, Jerman menghabiskan 37 persen dana investasi dari industri cuma untuk mengembangkan kendaraan dan perangkat mobilitas.

Industri Otomotif tahun ini meningkatkan dana pengembangan dan penelitian sebesar 6,4 persen. Volkswagen yang menggawangi sebelas merek mobil menjadi perusahaan dengan dana penelitian terbesar. Di kuartal ketiga 2013 saja, raksasa otomotif asal Wolfsburg itu sudah mengucurkan duit lebih dari 2,5 miliar Euro untuk penelitian di seluruh dunia.

Andres Kladroba dari Pusat Penelitian untuk Ekonomi dan Industri meyakini, tren angka pertumbuhan yang selama ini dinikmati industri otomotif tetap akan bertahan tahun depan. Bidang yang menjadi sasaran adalah mobilitas elektrik dan kendaraan otonom, "soal ini industri otomotif sedang giat-giatnya mengejar pengembangan," ujar Kladroba.

Dominasi Perusahaan Besar

Selain otomotif, industri elektronik dan mesin juga sedang aktif memompa pengembangan dan penelitian produk baru. Tidak ketinggalan industri kimia dan farmasi yang sejak lama menggantungkan pertumbuhan dari penemuan produk baru.

Sayangnya sepertiga dana penelitian yang dikucurkan tahun ini berasal dari perusahaan yang memiliki pegawai lebih dari 1000 orang. Pusat Penelitian untuk Ekonomi dan Industri juga mengklaim memiliki sejumlah perusahaan kecil yang rajin meneliti, namun jumlah dana yang dikeluarkan relatif kecil dibandingkan perusahaan lain.

Kendati begitu, menurut Jan Wieseke, justru perusahaan-perusahaan kecil semacam itu yang memiliki "efisiensi luar biasa tinggi," jika menyangkut pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan produk. Artinya, perusahaan bermodal kecil dengan jumlah pegawai yang minim, "mampu mengambil keuntungan terbesar dari hak paten yang telah didaftarkan."