1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Indonesia Tindak Penambangan Emas Ilegal

21 Juni 2017

50 excavator mengeruk tepian sungai Tabir untuk menemukan emas, dan mengubah pemandangan indah kawasan pedesaan menjadi penuh lubang seperti permukaan bulan.

https://p.dw.com/p/2f6l8
Indonesien ilegale Gold-Mining am Tabir Fluss in Jambi Provinz
Foto: Getty Images/U. Ifansasti

Naiknya harga emas menyebabkan usaha penggalian emas tampak semakin atraktif. Di daerah pedesaan banyak warga meninggalkan profesinya di industri tradisional karena berharap akan mendapat pemasukan lebih banyak dari penambangan emas. Tambang emas ilegal juga muncul di mana-mana ibaratnya jamur. Contohnya di tepian sungai Tabir di Jambi.

Sekarang, pemerintah provinsi Jambi mengambil langkah-langkah jelas untuk membasmi tambang ilegal tersebut, sekaligus menetapkan regulasi. Jambi adalah salah satu provinsi Indonesia dengan jumlah penambangan ilegal paling banyak. Salah satu penyebab tertariknya warga pada bisnis ini adalah merosotnya harga karet, yang biasanya jadi sumber hidup banyak orang. Mereka biasanya bekerja di perkebunan karet.

Terdesak kemiskinan

Iwan (43) yang bekerja pada penambangan ilegal di sekitar sungai Tabir mengatakan, ia meninggalkan pekerjaannya di perkebunan karet dua tahun lalu. Tapi menurutnya hingga kini harapan hidup lebih baik belum terwujud. Bahkan, ia bercerita, tahun ini ada hari-hari di mana mereka tidak menemukan emas sama sekali. Tapi menurutnya, bekerja di penambangan ilegal tetap lebih baik, karena karet sangat murah sekarang.

Penggalian emas ilegal di Jambi awalnya hanya ada di beberapa lokasi dan dalam skala kecil. Tapi dalam tahun-tahun belakangan sudah merambat hingga sekitar seratus lokasi. Karena pemerintah selama ini tambak ragu untuk mengambil tindakan penghentian, para penambang ilegal jadi tambah berani dan secara terbuka menggunakan excavator atau mesin pengeruk.

Penambangan di provinsi itu biasanya dilaksanakan di lokasi terbuka dekat sungai. Pekerja menggali di tepian sungai yang biasanya jadi lokasi tempat emas ditemukan. Akibatnya bukan saja lingkungan hidup yang rusak, para penambangpun melakukan pekerjaan berisiko tinggi. Untuk membersihkan emas biasanya digunakan air raksa yang dicampur dengan bahan lain. Ini bisa menyebabkan kerusakan saraf serius. Penambang biasanya mengalami kejang-kejang dan batuk berat karena menghidup racun tersebut.

Upaya yang dilaksanakan pemerintah

Belakangan ini pihak berwenang meningkatkan upaya mereka untuk menindak penambangan ilegal. Polisi merazia tambang dan pemerintah menawarkan pengajaran cara bertani bagi warga setempat. Selain itu pemerintah juga mengangkat orang-orang yang menentang penambangan ilegal sebagai kepala desa.

Mengingat tindakan tegas bagi penambangan ilegal bukan satu-satunya solusi yang harus ditempuh, pemerintah juga menawarkan kepada penambang, kemungkinan untuk bekerja secara legal. Lewat cara itu, mereka bisa meminta ijin untuk menambang, setelah itu menambang di kawasan yang memang dibuka untuk penambangan. Pihak berwenang juga akan mengadakan pengawasan di daerah tersebut, sehingga perusakan lingkungan bisa dibatasi.

ml/hp (afp)