1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Indonesia, Malaysia, Thailand dan PBB Bahas Pengungsi Rohingya

Para menteri luar negeri Indonesia, Malaysia dan Thailand membahas soal pengungsi Rohingya bersama wakil PBB. Ketiga negara disorot karena beberapa kali menolak menyelamatkan pengungsi dan membawa mereka ke darat.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan rekannya dari Malaysia dan Thailand akan melakukan pertemuan dengan wakil-wakil PBB hari Senin (18/05) untuk membahas masalah pengungsi Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh yang nasibnya tidak menentu di perairan Asia Tenggara.

Sebelumnya, Angkatan Laut ketiga negara diberitakan menyelamatkan beberapa kapal yang hampir karam, namun juga diberitakan menghadang dan mengusir kapal penuh pengungsi yang masuk di teritorialnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia tidak akan membiarkan pengungsi Rohingya masuk ke wilayah Indonesia.

"Urus masyarakat Indonesia sendiri saja tidak mudah, jangan lagi dibebani persoalan ini,” tandas Moeldoko. Di media sosial, berbagai reaksi muncul dengan tagar #Rohingya dan #SaveRohingya mengimbau pemerintah Indonesia agar menerima para pengungsi.

Persoalan sosial

“Diusahakan tidak masuk ke wilayah kita. Kalau masuk ke wilayah kita akan memunculkan persoalan sosial,” kata Moeldoko Jumat (16/05) kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam beberapa waktu terakhir, makin banyak etnis Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh meninggalkan negaranya karena konflik sosial. Menurut Panglima TNI Moeldoko, kalau para pengungsi melintas di Selat Malaka dan mengalami kesulitan, TNI wajib membantu, tetapi mereka tidak boleh masuk wilayah Indonesia.

“Kalau ada sulit air atau makanan kita bantu, karena ini terkait kemanusiaan. Tapi kalau mau masuk wilayah kita, maka tugas TNI untuk menjaga kedaulatan,” tegasnya.

Konsultasi regional

Menlu Indonesia Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Anifaf Aman dijadwalkan bertemu di Kota Kinabalu, Malaysia hari Senin (18/05), kata seorang pejabat Malaysia kepada kantor berita AFP.

Pertemuan itu akan dilanjutkan beberapa pertemuan terpisah antara Menlu Malaysia dengan Menlu Thailand Tanasak Patimaprogorn dalam beberapa hari ini. "Kemungkinan besar hari Rabu," kata sumber di Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Nelayan Aceh selama beberapa hari terakhir telah menyelamatkan ratusan pengungsi yang ditempatkan di beberapa tempat di Aceh.

"Mereka adalah saudara-saudara Muslim kami," kata wakil gubernur Aceh Muzakir Manaf. "Penderitaan mereka adalah milik kita juga."

Selama satu minggu terkahir, sekitar 3.000 pengungsi diselamatkan dari laut dan dibawa ke darat oleh Malaysia, Indonesia dan Thailand. Tapi PBB memperkirakan masih ada ribuan pengungsi yang terkatung-katung di atas kapal setelah ditipu dan ditinggal para pedagang manusia.

hp/vlz (afp, dpa, rtr)

Laporan Pilihan