1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Indonesia Kirimkan Bantuan buat Rohingya

Pemerintah mengirimkan 10 kontainer berisi barang bantuan untuk minoritas muslim Rohingya di Myanmar. Bantuan tersebut adalah bagian dari misi diplomatik yang dilancarkan Jakarta untuk mendorong perdamaian di Rakhine

Bangladesch Rohingya Flüchtlingslager Leda (picture-alliance/NurPhoto/M. Sohan)

Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Pemerintah Indonesia mengirimkan sepuluh kontainer berisikan bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya di Myanmar. Bantuan tersebut rencananya akan langsung diangkut ke negara bagian Rakhine.

Bantuan Indonesia antara lain mencakup makanan cepat saji, makanan bayi dan pakaian. "Barang ini diminta setelah Menteri Luar Negeri berkomunikasi dengan pemerintah Myanmar," kata Presiden Joko Widodo pada saat acara pelepasan kapal bantuan di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (29/12).

Karte Myanmar, Rakhine State

Peta negara bagian Rakhine di Myanmar

Presiden berharap bantuan tersebut akan diterima sebagai bentuk niat baik Indonesia untuk mendorong terciptanya damai, keamanan dan stabilitas di Rakhine. Bantuan untuk etnis Rohingnya sebelumnya dibahas oleh menteri luar negeri negara-negara ASEAN dengan pemimpin Mynamar, Aung San Suu Kyi, di Yangon, 12 Desember silam.

Menlu Retno Marsudi juga sempat menemui Menlu Bangladesh, Abul Hassan Mahmud Ali, di Dhaka buat membahas nasib pengungsi Rohingya. Keduanya lalu mengunjungi Bazar Cox di tenggara Bangladesh, di mana pengungsi Rohingya ditempatkan di dua kamp di dekat perbatasan Myanmar. Saat ini kedua kamp tersebut menampung hingga 32.000 etnis Rohingya.

"Kami menegaskan perlunya penegakan HAM dan kehormatan bagi komunitas muslim,” kata Presiden Jokowi.

Militer Myanmar sendiri mengklaim operasi terhadap etnis Rohingya di Rakhine adalah bentuk tindak anti terorisme. Komisi PBB untuk Hak Azasi Manusia PBB setiap hari mendapat laporan pelanggaran HAM di Rakhine, antara lain pemerkosaan, pembunuhan dan pembakaran rumah. Atas tudingan tersebut militer justru menuding balik muslim Rohingya sendiri yang membakar rumah mereka untuk mendapat perhatian dunia internasional.

rzn/ap (dpa,ap)

 

Laporan Pilihan