1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

India Gantung Pelaku Teror Mumbai

India telah mengeksekusi Ajmal Kasab, satu-satunya penyerang bersenjata yang tertangkap hidup-hidup dalam serangan teror 2008 di Mumbai. Teroris ketika itu membunuh 166 orang dalam serangkaian serangan.

Hukuman gantung dijalankan terhadap terpidana mati Mohammed Ajmal Kasab Rabu (21/11) di sebuah penjara di Pune, India Barat. Demikian dinyatakan departemen dalam negeri India.

Presiden India, Pranab Mukherjee mengatakan, ia telah menolak permintaan amnesti dari warga Pakistan berusia 24 tahun itu, awal November. Setelah itu, Kasab dipindahkan dari Mumbay ke sebuah penjara di Pune, kota terbesar kedua di negara bagian Maharashtra.

Dalam serangkaian serangan yang berlangsung tiga hari, di bulan November tahun 2008 tersebut, Kasab dan sembilan teroris lainnya membunuh 166 orang. Sembilan penyerang dibunuh aparat keamanan India. Korban serangan antara lain 28 warga asing, termasuk tiga warga Jerman. 300 orang lainnya luka-luka.

Di pusat kota Mumbai, teroris antara lain menyerang sebuah pusat pertemuan warga Yahudi, hotel-hotel mewah, stasiun pusat dan kafetaria. Penyanderaan tamu di hotel-hotel mewah, juga di bangunan bersejarah seperti "Taj Mahal" dan bangunan lainnya, mengejutkan seluruh India.

Upaya Hukum Tidak Berhasil

Awal Mei 2010, Kasab dinyatakan bersalah atas serangan-serangan teror tersebut, dan divonis hukum gantung. Upayanya untuk membebaskan diri dari hukuman mati tidak berhasil. Akhir Agustus pengadilan tertinggi India menjatuhkan hukuman sama terhadapnya.

Selama proses, pria Pakistan itu awalnya menampik tuduhan yang dijatuhkan kepadanya, kemudian tiba-tiba mengakui kesalahan, tetapi setelah itu kembali menarik pernyataannya. Ia antara lain mengatakan, telah jatuh ke perangkap yang disiapkan polisi. Setelah sebuah tembak-menembak, polisi menangkapnya di jalanan yang diblokade, ketika ia mengendarai mobil yang dicuri.

India menyalahkan kelompok teror bernama Lashkar e Taiba (Pasukan Kaum Murni) bertanggungjawab atas serangan tersebut. Serangan menyebabkan ketegangan besar antara India dan Pakistan, dua negara yang memiliki senjata atom, dan mengganggu hubungan bilateral hingga sekarang.

ML/RZN (dpa, ap)