1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Lebih Baik dari Perkiraan

Dana Moneter Internasional di Washington menilai, ekonomi global perlahan mulai pulih. Demikian ekonom IMF Olivier Blanchard saat peluncuran prognosa perkembangan ekonomi dunia, Kamis (21/04).

default

Olivier Blanchard

Blanchard mengatakan bahwa situasi saat ini bahkan lebih baik daripada yang diperkirakan semula. "Pertumbuhan ekonomi dunia ternyata lebih kuat dari prediksi kami. Sekarang kami menghitung pertumbuhan global sebesar 4,2 persen tahun ini."

Tahun 2011 depan, tren positif ini masih akan berlanjut. Berbeda sekali dengan situasi di saat krisis ekonomi sedang parah-parahnya. Setahun lalu, pakar ekonomi IMF mencatat pertumbuhan global terburuk setelah perang dunia kedua.

Kini, ekonomi global perlahan pulih, meski prosesnya tidak merata di seluruh dunia, kata pakar ekonomi Olivier Blanchard. Negara industri mencatat pertumbuhan yang moderat, sementara ekonomi negara berkembang dan industri baru tumbuh lebih kuat.

IMF memprediksikan bahwa ekonomi di negara ambang industri rata-rata tumbuh di atas enam persen. Di Asia, angka pertumbuhan bahkan mencapai hampir sembilan persen. Dibandingkan angka ini, pertumbuhan Jerman, yang adalah ekonomi terkuat Eropa, tak seberapa.

"Untuk Jerman kami perkirakan ekonominya tumbuh 1,2 persen tahun ini dan 1,7 persen tahun depan," ungkap Jörg Decressin, wakil direktur bagian riset IMF.

Kabar buruknya, pertumbuhan positif ini dibarengi naiknya angka pengangguran di Jerman. Meski begitu, situasi ekonomi di Jerman masih lebih baik dibandingkan negara industri lainnya. Ini berkat implementasi reformasi pasar tenaga Jerman.

Mengapa negara ambang industri dan berkembang justru pulih lebih cepat daripada negara industri? IMF memperkirakan, pertumbuhan cenderung lamban antara lain disebabkan rendahnya konsumsi di Amerika Serikat dan terbatasnya pemberian kredit oleh lembaga keuangan Eropa. Tambahan lagi, sejumlah negara industri harus mengurangi defisit dalam anggaran negara yang berujung turunnya permintaan akan barang konsumsi.

Ekonom IMF Olivier Blanchard mengusulkan sejumlah kebijakan untuk menguatkan negara industri. "Negara-negara industri perlu melakukan devaluasi mata uangnya untuk meningkatkan nilai ekspor."

Olivier Blanchard juga meluncurkan rekomendasi bagi Cina. Negara Asia yang pertumbuhannya paling kuat ini sangat bergantung pada ekspor. Blanchard mengusulkan agar Cina menaikkan nilai mata uangnya dan menguatkan permintaan dalam negeri.

Rüdiger Paulert/Ziphora Robina
Editor: Yuniman Farid