1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Ilmuwan Sukses Tulis Ulang Ingatan Buruk

Pernahkah anda ingin melupakan sesuatu? Sekelompok ilmuwan menemukan cara yang lebih baik, yakni menulis ulang ingatan buruk dan membuatnya menjadi kenangan yang positif.

Ingatkah anda film berjudul Inception besutan sutradara Christopher Nolan? Film itu bercerita tentang bagaimana sekelompok orang mampu memanipulasi kesadaraan manusia dengan merasuki mimpi korban.

Kini ilmwan Jepang dan Amerika Serikat mencoba mewujudkan teknologi serupa. Hasil eksperimen teranyar membuktikan emosi yang terhubung dengan ingatan bisa ditulis ulang. Teknologi itu mampu membuat ingatan buruk menjadi lebih baik, atau sebaliknya.

Sekelompok ilmuwan yang berasal dari Riken Institute di Jepang dan Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat itu berhasil mengungkap mekanisme otak ketika manusia tenggelam dalam ingatannya. "Temuan ini memastikan keberhasilan metode psikoterapi yang ada saat ini," kata ketua tim penelitian, Susumu Tonegawa di Tokyo.



Menyembuhkan Penyakit Kejiwaan

Temuan tersebut bisa mempercepat kesembuhan penyakit kejiwaan seperti depresi atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Menurut Ilmuwan, perasaan hangat atau ketakutan besar dipicu oleh interaksi antara Hippokampus - ruang memori dalam otak- dan Amygdala yang mengolah ingatan secara emosional dan berperan dalam pembentukan rasa takut.

"Bergantung pada seberapa kuat aspek baik dan jahatnya mendominasi. Ada kompetisi berupa seberapa kuat koneksi antara kedua sirkuit," kata Tonegawa.

Dalam eksperimen ilmuwan menyuntikkan protein alga yang sensitif terhadap cahaya kepada sekelompok tikus jantan. Ini membuat mereka mampu mengidentifikasi pembuatan ingatan baru. Protein tersebut juga bisa mengaktivkan kembali ingatan melalui cahaya.

Ketika satu kelompok tikus dibiarkan bermain dengan tikus betina untuk membuat ingatan positif, yang lain mendapat sengatan elektrik untuk membuat ingatan buruk.

Memanipulasi Emosi pada Ingatan

Ilmuwan kemudian mengaktifkan kembali ingatan pada tikus, pada saat yang bersamaan memberikan pengalaman berbeda dari ingatan tersebut. Jadi tikus yang punya ingatan positif mendapat sengatan listrik, sebaliknya tikus yang punya ingatan negatif diperkenalkan pada tikus betina.

Tonegawa mengklaim, emosi yang muncul akibat pengalaman baru mengalahkan emosi asli yang terhubung dengan ingatan. "Kami melakukan tes dan ketakutan yang terhubung dengan ingatan tiba-tiba menghilang," katanya.

"Di masa depan saya berharap teknologi baru ini akan mampu mengontrol sel saraf dalam otak dari kejauhan, tanpa alat-alat bantuan seperi elektroda," kata Tonegawa yang memenangkan hadiah nobel medis 1987 lalu.

rzn/hp (afp,dpa)

Laporan Pilihan