1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ibu Ai Weiwei Peroleh Informasi tentang Putranya dari Internet

Dua bulan sejak penangkapan seniman dan aktivis yang kritis terhadap pemerintah Cina, Ai Weiwei. Sampai saat ini pun tidak diungkap di mana dia ditahan. Keluarga mendapatkan informasi dari media negara atau internet.

Demonstran HAM di Hongkong membawa poster seniman Cina Ai Weiwei

Demonstran HAM di Hongkong membawa poster seniman Cina Ai Weiwei

Gao Ying yang berusia 78 tahun sebenarnya sama seperti sebagian orang-orang lanjut usia yang tidak lagi banyak berurusan dengan teknologi. Namun ibunda Ai Weiwei ini dengan tekun mempelajari bagaimana mengoperasikan komputer dan bagaimana menelusuri internet. Saudara perempuan Ai Weiwei, Gao Ge, membelikan ibunya sebuah komputer jinjing.

"Ia sangat tertarik pada informasi mengenai putranya. Karena tidak ada yang memberitahu kami tentang segala sesuatunya, kami perlu akses ke media," kata Gao Ge.

Karena sebagian besar informasi mengenai Ai Weiwei disensor, keluarganya langsung membuatkan Gao Ying sebuah "terowongan maya". Dengan jaringan pribadi atau virtual private network (VPN), rintangan maya yang dibangun pemerintah Cina "great firewall" bisa dilewati dan bisa mendapatkan informasi yang sebenarnya terkena sensor. Ibunda Ai Weiwei dengan komputer barunya kini bisa menelusuri dunia maya, di mana ternyata banyak sekali informasi mengenai putranya.

Misalnya lagu "Bebaskan Ai Weiwei" yang dimuat di portal video Youtube. Portal internet ini tidak bisa diakses di Cina. Namun dengan VPN, orang bisa mengakses Youtube.

"Pada masa ini," terdengar Ai Weiwei berbicara dalam bahasa Inggris, "orang harus angkat suara".

Gao Ying yang tidak berbicara bahasa Inggris memang kesulitan memahami kalimat yang dilontarkan putranya. Namun cepat ia menemukan artinya di Twitter. Kemarahan para pengguna Twitter berbahasa Cina terhadap penangkapan Ai Weiwei secara terbuka diungkapkan.

Misalnya pengguna yang menuliskan, "Mengapa negara keparat ini tidak bisa tahan terhadap seorang seniman mandiri?" Ada juga yang menuliskan, "Yang seharusnya disidik adalah mereka yang melakukan penangkapan ilegal itu. Kembalikan Ai Weiwei."

Tentu komentar semacam itu akan membangkitkan amarah sang ibu. Gao Ge kini juga ragu, apakah keputusannya benar dengan membelikan ibunya komputer jinjing.

"Saya tidak mau, dia menghabiskan terlalu banyak waktu. Penglihatannya sudah memburuk dan juga pendengarannya," kata Gao Ge lagi.

Gao Ge kini mengkhawatirkan kebiasaan berinternet ibunya. Keluarga Ai Weiwei terus berusaha memperoleh informasi yang sulit didapatkan.

Ruth Kirchner/Luky Setyarini

Editor: Hendra Pasuhuk