1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

IAEA Memulai Konsultasi Dengan Korut

Badan energi atom internasional IAEA memulai konsultasi dengan Korea Utara mengenai renxcana kembalinya para inspektur atom ke negara itu.

Jurubicara IAEA di Wina, Gill Tudor mengkonfirmasi Kamis (22/3), konsultasi dengan pimpinan di Pyongyang sesuai undangan resmi, telah dimulai. Akan tetapi ia tidak dapat menegaskan, kapan para inspektur atom dapat kembali memasuki negara komunis itu. Korea Utara mengusir seluruh inspektur atom dari negaranya tahun 2009 lalu.

Dengan mengizinkan kembalinya inspektur atom, Korea Utara hendak mendorong diterapkannya kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat yang diputuskan akhir Februari lalu. Sesuai kesepakatan, jika Korea Utara menghentikan program uji coba nuklir, test roket jarak jauh, pengayaan uranium serta mengizinkan masuknya kembali inspektur IAEA, negara itu akan mendapat imbalan bantuan pangan sebanyak 240.000 ton dari AS.

Nordkorea Satellitenstart

Korea Utara ujicoba roket jarak jauh.

Juga dimulainya konsultasi dengan IAEA, diduga merupakan upaya Pyongyang untuk meredam kritik, sehubungan rencana kontroversial peluncuran satelit pemantau bumi menggunakan roket jarak jauh. Ada kekhawatiran, manuver itu akan mementahkan kembali kesepakatan moratorium atom yang dijalin antara Korut dengan AS.

Sekjen PBB dan AS kritik rencana peluncuran satelit

Sekjen PBB, Ban Ki Moon melontarkan kritiknya terkait rencana peluncuran satelit Korea Utara itu. Ban mengatakan, rencana Pyongyang mengancam perdamaian di kawasan. "Hal itu juga merusak atmosfir positif yang berhasil diciptakan baru-baru ini oleh Amerika Serikat dan Korea Utara lewat kesepakatan moratorium atomnya", kata Ban yang sedang berkunjung ke Malaysia Kamis (22/3).

UNO General Sekretär Ban Ki-moon

Sekjen PBB Ban Ki-moon

Sekjen PBB berjanji akan membicarakan lagi masalah itu dengan presiden Korea Selatan. "Saya juga akan mendiskusikan masalahnya dengan para pimpinan delegasi yang mengikuti perundingan tingkat tinggi sengketa atom Korea Utara", tambahnya.

Amerika Serikat juga melontarkan kritik senada. Kementerian luar negeri di Washington menyatakan, rencana peluncuran satelit Korea Utara, menodai perkembangan situasi yang sudah dicapai. Hal itu juga melanggar kesepakatan moratorium atom dengan PBB.

Pyongyang telah berulangkali menegaskan akan memenuhi kesepakatan dengan masyarakat internasional menyangkut program atomnya. Namun langkah pimpinan Korea Utara seringkali sulit diperhitungkan dan ditebak arahnya. Berulangkali kesepakatan dengan masyarakat internasional dimentahkan kembali oleh Pyongyang. Sejauh mana perubahan akan terjadi di negara komunis yang kini di bawah pemimpin baru Kim Jong Un (28 th), juga belum bisa diperkirakan.

Agus Setiawan (afp,dpa,rtr)

Editor : Andy Budiman