1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Lingkungan

Hutan Mangrove Mumbai Terancam Pembalakan Liar

Megacity Mumbai yang dihuni 23 juta manusia patut bersyukur, karena masih punya hutan pantai yang hijau dan disinggahi sekitar 30.000 burung flamingo per tahun. Tapi kawasan hutan bakau di Mumbai itu sedang terancam oleh pembalakan liar dan pemukiman ilegal.

Tonton video 03:17
Lebih dari 20 juta warga tinggal dan bekerja disini. Kota Mumbai penuh sesak. Yang lebih mengenaskan, lebih dari setengah populasi tinggal di pemukiman kumuh.
Tapi ada juga kawasan yang masih terlindungi lingkungannya di tengah kota metropolitian Mumbai. Fenomena alam yang luar biasa. 30.000 flamingo setiap tahunnya datang ke Thane Creek di kawasan teluk kota Mumbai. Burung ini berasal dari provinsi tetangga Gujarat, beberapa bahkan dari Timur Tengah.
Bagian utara teluk kini menjadi kawasan lindung. Disini ada hutan bakau yang lebat, yang hanya bisa dimasuki dengan perahu Ahli Biologi Kelautan N Vasudevan bekerja bagi dinas kehutanan. Ia bertanggung jawab untuk perlindungan hutan bakau Mumbai. "Di musim semi, seluruh wilayah tergenang air garam. Sehingga pohon lain tidak bisa tumbuh. Tapi bakau punya kemampuan istimewa untuk beradaptasi. Jika tidak ada bakau, seluruh wilayah ini akan tandus" , kata dia.
Hutan bakau di Thane Creek menjadi habitat sejumlah tanaman dan hewan. Makanan banyak disini. Flamingo menyantap alga yang tumbuh di lumpur dan saat air surut mudah dijangkau. Lalu ada hewan moluska dan kepiting yang bersembunyi di balik lumpur. Bakau juga merupakan tempat bertelur beberapa jenis ikan dan hewan laut.
Minim fasilitas dan cemaran lingkungan
Tapi tidak semuanya indah disini. Di banyak daerah masih terjadi kekurangan fasilitas sanitasi dan WC, sehingga air limbah mendarat di laut begitu saja. Sama seperti plastik dan sampah lain. Ini membuat hutan bakau kewalahan dan akarnya tidak bisa bernapas. Keseimbangan ekologi yang rapuh terganggu.
Pakar biologi kelautan Vasudevan menjelaskan lebih lanjut : "Kami mencoba menyatukan berbagai pihak termasuk pemerintah kota untuk membicarakan masalah serius ini. Saya yakin akan ada perubahan dalam beberapa tahun ke depan. Harus ada sistem pengolahan air limbah di beberapa tempat."
Masalah perusakan lingkungan bukan satu-satunya ancaman bagi hutan bakau. Pemukiman ilegal tersebar di seluruh Mumbai. Di beberapa wilayah, hutan bakau bahkan dirusak agar ada lahan baru bagi pemukiman kumuh.