1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Hukuman Berat Manning

Membocorkan rahasia, penipuan komputer dan pencurian – begitu tiga di antara dakwaan pengadilan terhadap prajurit Bradley Manning. Ia dijatuhi hukuman 35 tahun penjara.

Selain penurunan pangkat dan pemecatan secara tidak terhormat dari militer, Hakim Kolonel Denise Lind menjatuhkan hukuman 35 tahun penjara.

Hukuman bisa Berkurang

Menurut perkiraan Professor Morris D. Davis dari Universitas di Washington D.C., setelah menjalani delapan atau sembilan tahun masa tahanan, Manning nanti bisa mendapatkan pengampunan bila ia bersikap baik di penjara.

Sesuai hukum militer, keputusan atas Manning akan diperiksa oleh pengadilan banding. Tim pembela Manning juga masih dapat mengajukan banding. Namun di Washington, tak satupun pemantau bisa membayangkan bahwa Presiden Obama akan memberinya pengampunan.

Merugikan Bangsa

Dalam keputusan disebutkan, bahwa tanpa rasa tanggung jawab, Manning telah membahayakan banyak pihak. Antara November 2009 hingga Mai 2010, prajurit itu telah mengunduh sekitar 700.000 dokumen dan korespondensi diplomatis dari komputer Kementerian Pertahanan dan membocorkannya kepada Wikileaks.

Publikasi dokumen-dokumen perang Irak yang saat itu tengah berlangsung, menyulut kontroversi yang memojokkan pemerintah Amerika Serikat. Terutama rekaman video yang menunjukkan bagaimana sebuah helikopter AS yang mengejar dan menembaki warga sipil di Bagdad.

Disebutkan saat keputusan bahwa Manning seharusnya mengetahui bahwa tindakannya akan merugikan Amerika Serikat.

Reaksi Terhadap Hukuman

Jack Janes, salah seorang analis politik terpenting di Washington, mengaku tidak heran atas hukuman Manning yang begitu berat. "Itu putusan bagi prajurit yang melanggar hukum ", ungkapnya. Charles Stimson dari Yayasan Heritage yang konservatif menyebut Manning sebagai kriminal yang telah mengakui kesalahannya di pengadilan. Ungkapnya, „kalangan politisi dan pakar bisa berdebat apakah Manning seorang informan atau pengkhianat. Namun dari segi juristis, dia seorang kriminal.“

Gedung Putih tidak mempublikasikan reaksi terhadap hukuman Manning, namun sebagian besar pemantau beranggapan bahwa pemerintahan Obama ingin menjadikan kasus Manning sebagai contoh.

Sementara pendapat rakyat Amerika Serikat terbelah soal ini. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa separuh rakyat AS melihat Manning sebagai pahlawan dan patriot, sedangkan separuh lagi menganggapnya sebagai pengkhianat.

Manning sendiri telah meminta maaf atas tindakannya dan mengatakan akan menerima hukuman itu.

Laporan Pilihan