1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

HRW: Tangan Malaysia Akan Ikut Berlumur Darah

Pemerintah Malaysia, hari Senin (13/2) membela keputusan mereka mendeportasi seorang jurnalis muda Arab Saudi yang di negaranya menghadapi tuduhan menghina Nabi Muhamad melalui jejaring sosial twitter.

default

Hamza Kashgari terancam hukuman mati di Arab Saudi

Kelompok hak asasi manusia internasional, sebelumnya mengecam keputusan Malaysia. Namun Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammudin Hussein membela diri dan mengatakan bahwa Malaysia bukan surga bagi para pelarian. “Saya tidak akan membiarkan Malaysia dilihat sebagai negara yang aman untuk para teroris atau mereka yang transit atau menjadi buron di negara asalnya”, kata Hishammudin. Ia mengaku, pendeportasian wartawan muda ini dilakukan atas permintaan pemerintah Arab Saudi. “Kecemasan bahwa Kashgari akan disiksa dan dibunuh jika dideportasi ke negaranya adalah sesuatu yang konyol, karena Arab Saudi adalah sebuah negara terhormat”, tambah Menteri Dalam Negeri Malaysia.

Kolumnis surat kabar yang berbasis di Jeddah, yakni Hamza Kashgari, yang masih berusia 23 tahun ditahan di bandar udara Malaysia, saat transit menuju Selandia Baru. Ia dideportasi pada hari Minggu (12/2), meski kelompok hak asasi manusia cemas bahwa jurnalis muda itu bisa menghadapi hukuman mati atas tuduhan penghinaan agama, atas isi twitter-nya yang dianggap menyerang Nabi Muhamad.

Para pengacara yang mewakili keluarga Kashgari, mencoba meminta surat perintah pengadilan, agar kliennya tetap di Malaysia. Namun wartawan muda itu telah dimasukkan ke dalam pesawat, saat surat perintah pengadilan keluar.

Human Rights Watch HRW, mengecam kegagalan Malaysia dalam menghormati hak asasi manusia. Mereka menyebut pemerintah Malaysia mengisolasi Kashgari. Upaya pengacara dan PBB untuk menemuinya juga ditolak. HRW menyebut bahwa kepada pengacara, polisi Malaysia mengaku bahwa Kashgari masih ditahan, padahal saat itu wartawan muda Arab Saudi itu telah dipaksa masuk ke dalam pesawat.

Perwakilan HRW untuk kawasan Asia Phil Robertson mengecam keputusan Malaysia “Jika ia (Kashgari-red) menghadapi hukuman mati di Arab Saudi, maka artinya tangan pemerintah Malaysia ikut berlumuran darah”.

Organisasi HAM Malaysia: Para Pembela Kebebasan, mengatakan jurnalis muda Arab Saudi itu tiba pada 7 Februari lalu dari Yordania, dan berniat akan meninggalkan Malaysia dua hari kemudian untuk menuju Selandia Baru untuk mencari suaka politik. Namun ia ditahan pemerintah Malaysia. Mereka mengecam sikap pemerintah Malaysia yang dianggap ingin menyenangkan Arab Saudi dengan melanggar hukum internasional dengan tidak membiarkan wartawan Arab Saudi itu mencari suaka.

Andy Budiman/ afp

Editor: Hendra Pasuhuk