1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Hollande Mendadak Kunjungi Afghanistan

Presiden Perancis Hollande tiba di Kabul Jumat (25/05) setelah mengumumkan rencananya menarik pasukan Perancis dari Afghanistan akhir tahun 2012.

Presiden baru Perancis Francois Hollande secara mengejutkan berkunjung ke Afghanistan. Pengganti Nicolas Sarkozy itu tiba di Kabul Jumat (25/05) pagi. Menurut keterangan Istana Elysee antara lain agenda Hollande di Afghanistan adalah pertemuan dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan mengunjungi pasukan Perancis di negara Hindukush tersebut.

Selain itu pertemuan dengan wakil-wakil organisasi bantuan non pemerintah (LSM) serta acara penghormatan untuk 83 tentara Perancis yang tewas di Afghanistan sejak dimulainya penugasan militer di negara itu, juga termasuk dalam agenda kunjungan Hollande di Afghanistan. Dalam kunjungan pertamanya di Hindukush, presiden baru Perancis itu disertai Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri Laurent Fabius.

France's President Francois Hollande gives a speech to French soldiers during a visit to a military base in Kapisa where a large number of French combat troops are stationed in Afghanistan, May 25, 2012. REUTERS/Joel Saget/Pool (AFGHANISTAN - Tags: MILITARY POLITICS)

Hollande berpidato saat kunjungi markas militer di Kapisa

Hollande Ingin Tarik Pasukan Lebih Dini

Belum lama ini di lingkungan Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO Hollande memicu kemarahan, karena ia ingin menarih pasukan Perancis dari Afghanistan sampai akhir 2012 dan hanya menempatkan pelatih di negara tersebut. NATO sebelumnya sudah menyepakati baru mengakhiri penugasan militer di Afghanistan tahun 2014. Sejauh itu diharapkan militer dan polisi Afghanistan mengambil alih tanggung jawab keamanan di negara tersebut.

Meskipun penarikan pasukan Presiden Francois Hollande mengharapkan kerjasama jangka panjang dengan Afghanistan, demikian disampaikan Istana Elysee. Ini dilandasi perjanjian kemitraan dan kerjasama yang ditandatangani awal tahun 2012 oleh presiden terdahulu, Nicolas Sarkozy.

DK/afp/dpa