1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Hegemoni Turki dan Kerikil Bernama Suriah

Thomas Seibert24 Desember 2012

Turki berpaling dari Eropa dan mulai merintis kekuatan regional baru di kawasan. Tapi dalam konflik Suriah, negara ini gagal menggunakan pengaruh diplomatiknya. Konflik di negeri jiran itu pun menjadi batu sandungan

https://p.dw.com/p/177ld
Foto: picture alliance / dpa

Para diplomat Turki hanya bisa menggeleng kepala jika melihat perkembangan konflik di Suriah yang sudah berlangsung hampir dua tahun. Seorang pejabat tinggi di Ankara menerangkan, Suriah sampai sekarang masih belum memahami pertanda zaman. Bahkan Rusia sekarang perlahan-lahan mulai menjauhkan diri dari Suriah.

Pemerintah Turki merasa cukup yakin bahwa rejim Assad akan berakhir. Tapi kemungkinan Turki untuk mempengaruhi perkembangan di negara tetangganya itu sangat terbatas. Ini ditunjukkan oleh berbagai peristiwa selama beberapa bulan terakhir.

Tuntutan Turki agar diberlakukan zona larangan terbang di Suriah Utara tidak terpenuhi. Turki juga tidak berhasil menyatukan berbagai kelompok oposisi yang berada di teritorialnya.

An image grab taken from Syrian state TV shows Syrian President Bashar al-Assad addressing the parliament in Damascus on June 3, 2012. Assad paid tribute to civilian and military "martyrs" of the violence in Syria, saying their blood was not shed in vain. AFP PHOTO/SYRIAN TV == RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / SYRIAN TV" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS == (Photo credit should read DSK/AFP/GettyImages)
Presiden Suriah Bashar al AssadFoto: DSK/AFP/GettyImages

Tembakan Artileri dan Roket Patriot

Turki yang punya perbatasan darat sepanjang 900 kilometer dengan Suriah memang mengalami kesulitan akibat perang saudara di negara tetangganya. Sampai sekarang ada sekitar 200.000 pengungsi Suriah di Turki. Sekitar 140.000 pengungsi ditampung di kamp-kamp pengungsi sepanjang perbatasan. Sedangkan 50.000 pengungsi lain hidup di luar kamp pengungsi dengan kerabatnya di Suriah atau mereka menyewa rumah sendiri.

Tembakan artileri beberapa kali menyasar ke Turki. Bulan Oktober lalu, lima warga sipil tewas terkena tembakan artileri. Beberapa bulan sebelumnya, dua pilot pesawat pengintai Turki tewas, setelah pesawat mereka ditembak jatuh di atas Laut Tengah.

Syrien Türkei Angriff auf Akcakale Beerdigung
Pemakaman warga Turki yang tewas akibat roket SuriahFoto: AFP/GettyImages

Tapi mitra-mitra Turki yang bergabung di NATO mendesak agar negara itu menahan diri. Ancaman pemerintah Turki untuk menjawab provokasi Suriah dengan aksi militer membuat NATO khawatir konflik ini bisa meruncing dan terjadi eskalasi yang tidak bisa dikendalikan lagi.

NATO bersedia membantu Turki dengan mengirim roket penangkal rudal Patriot, antara lain dari Jerman, namun menegaskan bahwa sistem persenjataan itu hanya digunakan untuk tujuan pertahanan. Patriot bertujuan melindungi Turki dari serangan roket.

Peran AS tetap Penting

Amerika Serikat adalah mitra utama Turki di NATO. Sikap Amerika Serikat menjadi penting dalam konflik Suriah. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dan Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu ingin membentuk Turki menjadi kekuatan regional baru di kawasan itu. Namun mereka sadar, kekuatan politik dan militer Turki berkaitan erat dengan hubungan baiknya dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.

Karena itu, mereka sangat menjaga hubungan dengan Amerika Serikat. Itu sebabnya pemerintah Turki menerima kenyataan, bahwa permintaannya untuk penerapan zona larangan terbang di Suriah ditolak oleh NATO. Negara-negara Barat juga menolak melakukan intervensi militer ke Suriah.

Juga di kalangan masyarakat Turki sendiri tidak ada dukungan luas untuk melakukan intervensi militer ke Suriah. Jajak pendapat aktual menunjukkan, mayoritas warga Turki menolak campur tangan di Suriah. Tahun 2014 dan 2015 di Turki akan berlangsung permilihan komunal, pemilihan presiden dan pemilihan parlemen. Jadi pandangan publik penting untuk diperhatikan oleh pemerintah saat ini.

Oposisi Suriah Pindahkan Pusat Gerakan

Turki kurang beruntung dalam upaya menyatukan berbagai kelompok oposisi Suriah yang terpecah belah. Sejak pertengahan 2011, kelompok eksil Suriah memang membentuk organisasi di Turki, tapi mereka tetap berbeda pendapat. Pimpinan organisasi payung, yaitu Dewan Nasional Suriah, sudah diganti, namun tetap tidak membawa perubahan. Situasinya membaik setelah dilaksanakan konferensi di Katar. Sekarang terbentuk Koalisi Nasional Suriah dengan kantor pusat di Mesir.

Türkische Truppen Grenze Syrien
Pasukan Turki di perbatasan ke SuriahFoto: Bulent Kilic/AFP/Getty Images

Juga di tahun 2013 konflik di Suriah akan menjadi tema penting bagi politik luar negeri Turki. Fokus utama yang akan mengemuka adalah bagaimana bentuk dan perkembangan Suriah setelah era kekuasaan Assad berakhir. Sebagai negara yang banyak mengekspor barang, Turki ingin agar Suriah secepatnya kembali ke situasi yang aman dan tertib.

Jika Suriah menjadi negara yang gagal atau muncul rejim islamis yang radikal, ini akan menjadi skenario buruk bagi Turki. Jadi yang penting untuk tahun 2013 adalah, bagaimana menghindari skenario ini. Pengalaman tahun 2012 menunjukkan, Turki tidak dapat melakukan itu sendirian.