1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Heboh Suplai Kapal Selam Bersenjata Atom ke Israel

Terkait heboh pemasangan senjata atom di kapal selam buatan Jerman untuk Israel, PM Benyamin Netanyahu menolak berkomentar. Tapi dia menyatakan, kapal selam dari Jerman itu amat penting untuk keamanan negaranya.

Pemerintah Jerman juga kembali menegaskan kewajibannya memberikan kontribusi bagi keamanan Israel, dengan menyepakati penjualan sebuah kapal selam baru. Sebelumnya Jerman menyepakati kontrak pembuatan enam kapal selam bagi Israel, tiga diantaranya sudah selesai dan dikirim ke negara itu.

Terkait berita majalah "Der Spiegel" yang menyebutkan, kapal-kapal selam buatan Jerman itu dilengkapi persenjataan canggih yang dapat melontarkan peluru kendali berhulu ledak nuklir, perdana menteri Israel itu sama sekali tidak berkomentar.

Secara diplomatis Netanyahu menekankan, Israel tidak akan meminta negara lain beperang bagi negaranya. "Adalah sebuah prestasi besar bagi negara Yahudi untuk mempertahankan diri sendiri dari ancaman", kata dia.

Deutschland Lieferung von Dolphin U-Booten an Israel

Kapal selam kelas Dolphin buatan Jerman sejenis yang dipasok ke Israel.

Netanyahu juga menyitir motto Churchill ; "berikan perangkatnya, kami akan mampu mempertahankan diri".

Perangkat inilah yang memicu kehebohan di Jerman. Der Spiegel melaporkan, dengan bantuan teknik angkatan laut terbaru dari Jerman, Israel sukses meningkatkan kemampuan sistem senjata atomnya di lautan.

Jurubicara pemerintah Steffen Seibert menyatakan di Berlin Senin (04/06), pemasokan kapal selam tidak dilengkapi persenjataan. "Terkait spekulasi kemungkinan pemasangan senjata di kemudian hari, pemerintah Jerman tidak ikut terlibat."

Pemerintah Jerman menegaskan, pengiriman kapal selam ke Israel merupakan tindakan logis, terkait tanggung jawab sejarah Jerman kepada Israel. Pembuatan kapal selam kelas Dolphin itu juga disubsidi oleh pemerintah Jerman, serta dirancang khusus untuk keperluan militer Israel.

AS/VLZ (dpa, afp,rtr)