1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Hasil Mengejutkan Pemilu Jerman 2017

Tak disangka, dan mungkin menimbulkan kekhawatiran. Partai ultra kanan Jerman, AfD, yang antara lain anti Islam dan menyokong sentimen rasisme berhasil jadi kekuatan ketiga di Parlemen Jerman, Bundestag.

Untungnya Partai Kristen Demokrat (CDU) dengan calon kanselirnya, Angela Merkel tetap jadi partai terkuat dalam pemilu kali ini. Sementara saingan utama CDU, yaitu Partai Sosial Demokrat (SPD) dengan calonnya Martin Schulz duduk di posisi kedua. Walaupun tetap jadi dua kekuatan utama di parlemen Bundestag, kedua partai terbesar ini kehilangan banyak suara.

Tak ada yang mau berkoalisi dengan AfD

Hasil penghitungan suara cepat menunjukkan CDU tidak bisa memerintah sendiri, sehingga perlu mitra koalisi. Sejauh ini belum jelas dengan partai mana, CDU akan berkoalisi. Mitranya selama ini, Partai SPD sudah menyatakan siap menjadi oposisi. 

Walaupun koalisi pemerintah nantinya belum jelas. Satu hal yang sudah dinyatakan semua partai adalah: tidak ada satupun dari mereka yang bersedia berkoalisi dengan partai ultra kanan AfD.

Politisi partai Kristen Sosialis (CSU) Alexander Dobrindt menyatakan pemilu kali ini pahit, karena AfD berhasil terwakili di parlemen Bundestag.

Tonton video 00:49

Jerman Memilih: Mengapa Anda Turut Memberikan Suara?

AfD anti Islam, anti Yahudi, dan sebar sentimen rasisme

AfD atau Alternative für Deutschland adalah partai yang memilih retorika populis kanan dan memberi tekanan khusus pada program anti Islam. Selain itu AfD juga gelar kampanye anti Yahudi dan sentimen rasisme. Mereka berhasil menggalang banyak dukungan dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu yang mereka gunakan untuk mendapat dukungan adalah datangnya banyak pengungsi ke Jerman terutama di tahun 2015.

Pembukaan Jerman bagi pengungsi adalah langkah Kanselir Merkel ketika itu yang walaupun dipandang kritis oleh sebagian orang di partainya, dan di partai CSU yang berafiliasi dengan CDU, tetapi juga mendapat sambutan positif di Jerman.

ml/vlz (ard, rtr, dpa)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait