1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Hamburg, Kejatuhan Klub Tradisional Bundesliga

Hamburger SV tenggelam antara kekecewaan di atas lapangan dan kinerja manajemen yang meragukan. Justru ketika baru akan memulai proses restrukturisasi, klub kaya tradisi itu terancam melorot ke divisi dua.

Sadomasokisme mungkin bukan kata yang tepat. Tapi kesetiaan pendukung Hamburg menyaksikan klubnya dibuat babak belur selama enam laga berturut-turut di kandang (dengan stadion yang hampir selalu penuh), juga tidak bisa dibilang lazim.

Tapi betapapun kemampuan para fans buat menekan rasa sakit, penampilan Rafael van der Vart dkk. ketika takluk dari Hertha BSC membuat pendukung yang paling fanatik sekalipun luluh. Usai memaki pemain di lapangan, ratusan fans berkumpul Sabtu malam (08/02/14) di depan stadion dan menuntut bertemu langsung dengan pemain.

Kapten tim van der Vaart menyanggupi tuntutan tersebut. Hingga menjelang tengah malam gelandang Belanda itu masih terlibat diskusi emosional dengan para fans. Ia didorong-dorong, bahkan dilempari dengan kaleng bir dan korek api. Tapi van der Vaart tak bergeming. Seusai diskusi, para pemain, beberapa terlihat bermata sembab, dikawal oleh polisi ketika akan keluar dari stadion. "Kondisi ini terasa sangat pahit. Saya kehilangan kata-kata," ujar pemain bertahan Heiko Westermann.

Tapi drama tidak berakhir sampai di situ.

Manajemen Tanpa Solusi

Minggu (09/02/14) anggota dewan direksi bertemu di sebuah hotel mewah buat membahas krisis di tubuh klub. Selama delapan jam puluhan wartawan menunggu di lobi. Ketika jurubicara klub, Jörn Wolf menghampiri, kekecewaan segera merebak. "Tidak ada hal baru untuk diumumkan," katanya ketika anggota direksi baru akan meninggalkan hotel, "tidak ada hasil apapun."

Manajemen klub sepakat membiarkan pelatih Bert van Marwijk mempersiapkan skuad menjelang laga versus Bayern München pekan depan. Sementara bekas pelatih Schalke dan Bayern, Felix Magath yang turut hadir dalam pertemuan tersebut via telepon, belum akan berjejak di Imtech Arena dalam waktu dekat.

Fußball Bundesliga 19. Spieltag TSG 1899 Hoffenheim - Hamburger SV

Pemain HSV usai dipermalukan TSG Hoffenheim pekan lalu.

Belum pernah dalam sejarah panjang Hamburg di Bundesliga, klub kaya tradisi itu mengalami apa yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Kekalahan ke-enam beruntun membuat Hamburg menjadi kandidat terkuat untuk berlaga di divisi kedua musim depan. Sebab itu pula Felix Magath santer diisukan akan menggeser van Marwijk. Magath dikenal lihai menyelamatkan sebuah tim dari jurang degradasi.

Masa Depan HSV?

Padahal paruh kedua musim ini berawal menjanjikan buat Hamburg. Dalam sebuah pertemuan pertengahan Januari silam, 75% anggota klub sepakat untuk mengaktifkan status perseroan terbatas yang sudah disandang sejak 1993. Dengan begitu manajemen klub bisa menjaring suntikan modal dari investor.

Konsep yang dikenal dengan sebutan HSV-Plus itu membidik nilai investasi senilai ratusan juta Euro dalam kurun waktu lima tahun. Hamburg adalah satu dari sedikit klub di Bundesliga yang sepenuhnya masih dimiliki oleh para pendukung. Dengan rencana tersebut manajemen berharap bisa mendekat ke era kejayaan di zaman Uwe Seler pada awal dekade 1980-an.

Namun apakah investor akan tertarik menanamkan modal jika van der Vaart dkk. terdegradasi ke Bundesliga II musim depan? Patut diragukan. Karena kesuksesan ekonomi jarang menjauh dari prestasi di atas lapangan. Tapi jika Hamburg berhasil menghindari degradasi, bukan tidak mungkin masa depan akan benar-benar terlihat menjanjikan buat klub kaya tradisi itu.

rzn/vlz (sid,dpa, kicker)