1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Haiti Usahakan Pemindahan Warga dari Ibukota

Setelah terjadinya gempa bumi dan gempa susulan Rabu lalu di Haiti, upaya pemberian bantuan bagi warga masih sangat sulit. Kini pemerintah rencanakan pemindahan warga ke tempat pemukiman di luar ibukota Port-au-Prince.

default

Tempat penampungan warga yang kehilangan tempat tinggal di Port-au-Prince

Pelabuhan udara Port-au-Prince dikerumuni warga. Ribuan orang berdiri di pagar dan meminta makanan, air minum atau selimut. Beberapa tentara AS berusaha membentuk jalur antrian dan mengorganisir pemberian bantuan di pelabuhan udara.

Sangat Menyedihkan

Walaupun satu setengah pekan telah berlalu sejak gempa bumi melanda Haiti, banyak orang di ibukota Port-au-Prince dan di daerah-daerah miskin di sekitarnya belum mendapat bantuan. Demikian dikatakan Kolonel Ben MacMullan dari angkatan udara AS. "Di sini ada banyak bantuan yang menunggu untuk disalurkan. Semua orang di sini, terutama pemerintah AS, berusaha membawa sebanyak mungkin bantuan kepada korban. Kami melaksanakan tugas kami untuk memberikan bantuan. Sangat menyedihkan. Orang berpikir, semua bantuan dapat disalurkan dalam sekejap. Tetapi infrastruktur yang dibutuhkan tidak ada," ujar MacMullan

Katastrophenhilfe Haiti

Sonsonne Semtembre, yang berusia sembilan tahun menggenggam erat cabang pohon agar tidak terdesak dari antrian untuk mendapat bantuan.

Akibatnya, di lokasi yang tidak dapat dicapai truk-truk pembawa bantuan, terjadi kerusuhan. Baru-baru ini, organisasi bantuan Jerman, Welthungerhilfe terpaksa menghentikan aksi pembagian bantuan. Truk mereka hampir diserbu ratusan pria muda. Sementara perempuan dan anak-anak yang menunggu dalam antrian didesak mundur, sehingga tidak mendapat bantuan.

Walaupun demikian, pelabuhan Port-au-Prince kini sudah dibuka kembali. Sehingga kapal-kapal laut yang membawa bahan pangan dan alat-alat berat dapat merapat.

Pemindahan Warga

USA Haiti Krankenhausschiff Comfort unterwegs

Kapal rumah sakit milik angkatan laut AS, USNS Comfort memberikan pertolongan di Haiti.

Salah satu pertanyaan yang paling mendesak sekarang adalah: apa langkah yang dapat diambil bagi sejumlah besar orang yang tidak mempunyai rumah lagi? Di kamp-kamp penampungan di ibukota Port-au-Prince puluhan ribu orang hidup berdesak-desakan. Situasi sanitasi sangat buruk. Para dokter memperingatkan bahaya penularan penyakit. Sekarang pemerintah Haiti merencanakan pendirian pemukiman darurat di luar ibukota Port-au-Prince. Sekitar 400.000 orang yang tidak memiliki tempat tinggal akan dipindahkan ke pemukiman darurat tersebut.

Duta besar Haiti di Washington, Raymond Joseph menjelaskan rencana pemerintahnya. "Sekarang kami meminta organisasi-organisasi bantuan untuk memberikan tenda-tenda bagi orang-orang yang sudah meninggalkan Port-au-Prince. Ini sudah ingin kami lakukan sejak lama, untuk meminta orang pindah ke daerah lain, karena Port-au-Prince terlalu penuh,“ demikian Raymond Joseph.

"Uang untuk Pekerjaan"

UN USA Haiti Hilfe Ban Ki-moon und Bill Clinton Pressekonferenz

Sekjen PBB Ban Ki Moon (kanan) dan mantan Presiden AS Bill Clinton

Memang pembangunan pemukiman baru dapat berlangsung berpekan-pekan bahkan berbulan-bulan. Namun demikian, bantuan dana terus mengalir. Sekarang PBB telah mendapat dana bantuan lebih dari 200 juta Dollar bagi korban gempa bumi, jadi sekitar sepertiga dari jumlah yang diminta. Seorang jurubicara PBB mengatakan, jumlah ini sangat bagus, karena telah tercapai dalam waktu 10 hari setelah gempa bumi. Pemberi sumbangan terbesar adalah AS dan Perancis, di samping sejumlah bantuan lainnya.

Petugas khusus PBB untuk Haiti, Bill Clinton menekankan, di Haiti pekerjaan harus sesegera mungkin diciptakan. Sebanyak mungkin warga Haiti harus ikut dalam upaya pembangunan kembali. Oleh sebab itu, PBB merencanakan program yang disebut "Uang untuk Pekerjaan", dan akan mempekerjakan lebih dari 200.000 orang. Untuk pekerjaan itu tiap orang akan mendapat lima Dollar perhari.

Martin Polansky / Marjory Linardy

Editor: Dyan Kostermans