1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

"Hadiah bagi Semua Warga Liberia"

Nobel perdamaian 2011 diberikan kepada Tawakkul Karman dari Yaman dan juga kepada aktivis HAM Liberia, Leymah Gbowee serta Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf. Liberia melihatnya sebagai secercah harapan.

FILE - In this Sept. 18, 2006 file photo, Liberian President Ellen Johnson Sirleaf, addresses the audience at the Kennedy School of Government at Harvard University, in Cambridge, Mass. Liberian President Ellen Johnson Sirleaf, Liberian activist Leymah Gbowee and Tawakkul Karman of Yemen have won the 2011 Nobel Peace Prize, the Norwegian Nobel Committee announced Friday, Oct. 7, 2011. (Foto:Josh Reynolds, File/AP/dapd)

Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf

Pada reaksi pertamanya atas penghargaan Nobel perdamaian tahun ini, Ellen Johnson-Sirleaf mengungkapkan kegembiraannya dan melihatnya sebagai hasil perjuangan bertahun-tahun bagi kebebasan di negerinya, Liberia. Nobel perdamaian 2011 juga diberikan kepada pegiat HAM perempuan Liberia, Leymah Gbowee. Johnson-Sirleaf selanjutnya mengatakan, penghargaan itu merupakan hadiah bagi semua perempuan Liberia.

James Dorbor Jallah, bekas menteri bagi perencanaan regional Liberia : „Sepatutnyalah ia memperoleh hadiah itu. Banyak yang dilakukannya bagi Liberia dan ia banyak mempengaruhi orang di benua ini dan di dunia. Afrika masih merupakan benua yang didominasi pria. Seorang gadis desa yang berhasil menjadi politisi yang diakui dunia merupakan sebuah pesan baik bagi seluruh benua ini."

FILE - In this May 18, 2009 file photo, Liberian peace activist Leymah Gbowee is seen after she and other activists were awarded the John F. Kennedy Profile in Courage Award at the John F. Kennedy Presidential Library and Museum, in Boston. Liberian President Ellen Johnson Sirleaf, Liberian activist Leymah Gbowee and Tawakkul Karman of Yemen have won the 2011 Nobel Peace Prize, the Norwegian Nobel Committee announced Friday, Oct. 7, 2011. (Foto:Lisa Poole, File/AP/dapd)

Leymah Gbowee

Waktu yang tepat bagi pencalonan kembali sebagai presiden

Berita tentang penghargaan Nobel perdamaian dengan cepat menyebar di Liberia. Samuel dan John baru saja mendengarkannya di radio. Kedua pria ini adalah penjual pulsa telpon genggam di jalan di ibukota Monrovia: "Saya bangga dan sangat senang, presiden saya nomor satu di dunia. Ini membuat Liberia bangga. Ini adalah hari bersejarah bagi bangsa."/"Saya sangat senang. Dia adalah presiden perempuan pertama Afrika. Saya berdoa agar panjang umurnya, supaya dia dapat terus melakukan hal yang baik dan membuat Liberia bangga."

Penggemar seperti itu memang diperlukan Ellen Johnson-Sirleaf. Selasa depan (11/10) ia akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden. Waktu yang tepat sekali dengan penganugerahan Nobel perdamaian. Namun, hal ini membuat gusar Sekou Camara, pendukung partai oposisi "Congress for Democratic Change" (CDC): „2005 kami mendukung "Mama Ellen". Banyak yang dijanjikannya, tetapi semuanya hanya kata-kata kosong. Masih terlalu banyak korupsi di Liberia. Setelah 14 tahun perang saudara kami tidak mau lagi menderita dan ingin masa depan yang lebih baik!"

Liberia Monrovia Wer hat das Bild gemacht?: Beatrix Beuthner Wann wurde das Bild gemacht?: November 2009 Wo wurde das Bild aufgenommen?: Monrovia, Liberia Alltag auf den Straßen von Liberias Hauptstadt Monrovia

Monrovia

Penghargaan bagi perempuan kuat Liberia

Memang tidaklah mudah untuk memajukan sebuah negeri seperti Liberia yang 80 persen penduduknya dikatakan pengangguran. Hanya 25 persen penduduk dapat membaca dan menulis. Tantangan bagi Johnson-Sirleaf luar biasa besarnya. Namun kini setidaknya ada aliran listrik dan air ledeng di sejumlah kawasan, dan jalan-jalan baru dibangun. Perawat Weemor E. Holmes puas terhadap presidennya: "Ketika ia menjadi presiden, saya sebagai perempuan sangat bangga. Perempuan memerintah lain. Mereka memikirkan masa depan anak-anaknya. Pria hanya memikirkan dirinya sendiri."

Nobel perdamaian 2011 adalah penghargaan bagi perempuan Liberia yang kuat. Penerima kedua, Leymah Roberta Gbowee memang tidak begitu dikenal masyarakat di Monrovia. Tetapi ini tentu akan segera berubah melalui penghargaan bergengsi yang diperolehnya ini.

Marc Dugge/Christa Saloh

Editor: Luky Setyarini

 

Laporan Pilihan