1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Hadapi Korut, Anggaran Militer AS Berkurang

Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel meminta Pentagon memperhatikan pemotongan anggaran militer, sekaligus menghadapi berbagai tantangan keamanan domestik dan global..

U.S. Secretary of Defense Chuck Hagel gives a speech on fiscal defense spending at Ft. McNair in Washington April 3, 2013. REUTERS/Gary Cameron (UNITED STATES - Tags: MILITARY POLITICS BUSINESS)

US Verteidigungsminister Chuck Hagel

Dalam pidato pertama tentang politik pertahanan, Chuck Hagel memperingatkan bahwa ancaman dari Korea Utara merupakan ancaman serius bagi kepentingan Amerika Serikat. Pada saat yang sama ia menyerukan agar Pentagon melakukan langkah penghematan karena anggaran militer berkurang.

Di hadapan mahasiswa Universitas Pertahanan di Washington, Hagel hari Rabu (03/04) mengatakan, Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Cina untuk meredam situasi di Semenanjung Korea.

Hagel menyampaikan peringatan itu setelah Korea Utara menutup akses terhadap kawasan industri Kaesong, yang terletak sekitar 10 kilometer dari perbatasan ke Korea Selatan. Kaesong adalah proyek kerjasama Utara-Selatan yang menjadi simbol pendekatan.

Ancaman Keamanan

Ketegangan meningkat setelah Korea Utara secara resmi menyatakan akan melakukan serangan nuklir ke Amerika Serikat. ”Dalam teorinya, retorika seperti ini adalah langkah politis. Ini merupakan taktik untuk memperbaiki posisi tawar dalam perundingan. Korea Utara juga ingin menutupi kelemahan ekonominya, dengan mengeluarkan ancaman militer”, kata Anthony Cordesman dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) kepada DW.

”Tapi dalam sejarah, retorika semacam ini berbahaya karena bisa memicu insiden yang sebelumnya yang tidak diprediksi oleh siapapun. Lalu, apa yang berawal dari serangan atau isyarat militer yang kecil, bisa berkembang menjadi konflik serius atau insiden militer besar”, papar Cordesman.

Ia menambahkan, Korea Utara tidak punya roket yang bisa mencapai Amerika Serikat. Namun Korea Utara bisa mengancam kawasan di sekitarnya, yang sangat penting untuk stabilitas global.

Reaksi Amerika Serikat

Amerika Serikat sudah mengirim dua kapal perang dan pesawat tempur, serta sistem radar pelacak roket ke kawasan konflik. ”Ini adalah penegasan terhadap jaminan keamanan yang diberikan kepada Korea Selatan, sekaligus jawaban tegas terhadap ancaman Korea Utara”, kata Barry Pavel, ahli keamanan dari Atlantic Council dalam wawancara dengan DW.

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat juga mengumumkan akan menempatkan sistem penangkal rudal di Pulau Guam di kawasan Pasifik. Militer Amerika Serikat dan Korea Selatan juga sedang melakukan latihan militer yang akan dilanjutkan sampai akhir April.

”Strategi yang dilaksanakan sebenarnya sama sejak dulu, yaitu bekerjasama, berlatih bersama-sama dan melakukan konsultasi”, tutur Barry Pavel.

Pemotongan Anggaran Militer

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, saat ini harus menghadapi pemotongan anggaran. Awal Maret lalu, Kongres AS gagal menyepakati anggaran belanja nasional. Secara otomatis berlaku langkah penghematan senilai 1 trilun dolar untuk sepuluh tahun mendatang. Pentagon diminta melakukan penghematan sampai 500 miliar dolar. Untuk 2013, anggaran Pentagon dipotong 41 miliar dolar.

”Kita harus meninjau lagi semua asumsi masa lalu, dan semua opsi harus diletakkan di atas meja”, kata Chuck Hagel. Langkah penghematan harus dilakukan untuk anggaran pembelian senjata dan anggaran personal. Hagel memperingatkan, Pentagon tidak perlu mengembangkan sistem yang terlalu mahal dan teknologi yang tidak menjanjikan.

Menurut pengamat militer Anthony Cordesman, pemotongan anggaran militer akan berdampak pada pelatihan militer dan perawatan peralatan. Tapi kapasitas militer Amerika Serikat tidak akan terbengkalai. Ia menegaskan, Amerika Serikat adalah negara yang punya anggaran belanja dan kapasitas militer terbesar di dunia. Selain itu, Amerika Serikat punya jaringan kerjasama militer yang sangat luas.

Laporan Pilihan