1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Gubernur Kunduz: Serangan Terhadap Taliban di Utara

Gubernur provinsi Kunduz di Afghanistan Utara, Mohammad Omar mengumumkan, provinsinya akan melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Taliban di wilayah operasi angkatan bersenjata Jerman.

default

Gubernur provinsi Kunduz, Mohammad Omar dalam sebuah jumpa pers

Gubernur provinsi Kunduz, Afghanistan, Mohammad Omar mengetahui perdebatan kontroversial di Jerman mengenai negerinya. Ia tahu bahwa serangan udara maut di Kunduz 4 September lalu meresahkan Jerman. Omar termasuk pihak yang masih tetap mendukung serangan udara itu. Secara militer ia membenarkan serangan udara terhadap dua truk bahan bakar yang diculik itu, walaupun banyak warga sipil tewas dalam insiden fatal tersebut.

Karena itu, mungkin saja ia kini dapat membayangkan bagaimana reaksi orang Jerman terhadap pengumumannya mengenai rencana serangan besar-besaran terhadap Taliban di wilayah operasi angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr: „Pemerintah Afghanistan, ISAF dan pasukan koalisi memutuskan untuk menyingkirkan Taliban di seluruh negeri ini selambatnya satu hingga dua tahun ke depan. Jadi juga di utara dan timur laut Afghanistan. Karena itu, dalam waktu dekat ini tentu akan dilancarkan serangan besar-besaran seperti yang dilakukan di Helmand. Operasinya akan dipusatkan di Kunduz dan Baghlan."

Sejak Sabtu lalu (13/02) operasi Mushtarak dilancarkan di provinsi Helmand, Afghanistan selatan. Sekitar 15.000 tentara dikerahkan dalam serangan tersebut. Ini merupakan operasi melawan Taliban yang terbesar sejak jatuhnya rezim Taliban November 2001.

Pada sebuah jumpa pers hari Rabu (17/02) di kota Kunduz, Gubernur Mohammad Omar mengimbau kelompok Taliban di wilayahnya untuk menyerah sebelum serangan besar-besaran dilaksanakan di utara negeri ini. „Saya mengimbau semua Taliban yang ditipu oleh musuh kami, serta mengimbau orang Afghanistan yang sesungguhnya dan yang mencintai tanah airnya untuk berdamai dengan pemerintah dan rakyat Afghanistan."

Omar menegaskan bahwa operasi militer yang direncanakan terhadap Taliban akan dilaksanakan di semua tempat tanpa pengecualian: „Pemerintah Afghanistan bertekad mengalahkan musuhnya. Ini merupakan kesempatan terakhir bagi mereka untuk menghirup nafas, sebelum provinsi ini dibersihkan."

Mohammad Omar selanjutnya menambahkan, bukanlah Taliban Afghanistan yang menjadi masalah di wilayah itu, melainkan pejuang-pejuang asing dari Uzbekistan dan Chechnya. Penangkapan komandan tertinggi Taliban, Mullah Baradar di Karachi yang kini telah ditegaskan oleh Pakistan, dianggap oleh Gubernur Kunduz sebagai suatu keberhasilan besar. Baradar ditudingnya juga bertindak sebagai pemimpin Taliban di Afghanistan utara.

Gubernur Kunduz ini dinilai sebagai politisi yang cukup vokal dan gemar berbicara kepada media. Dalam wawancaranya dengan pemancar radio Jerman ARD Asia selatan pertengahan Januari lalu, ia mengkritik Bundeswehr: „Bila teman Jerman kami tidak mampu melindungi kami dari Taliban, kami ya terpaksa harus menanyakan teman lainnya."

Yang dimaksudkannya di sini adalah Amerika Serikat. Karena ia tahu bahwa menurut rencana peningkatan jumlah pasukannya, AS akan mengirimkan sekitar 4.500 serdadu ke wilayah operasi Bundeswehr di utara. Saat ini AS hanya memiliki pasukan khusus di wilayah Kunduz. Dan Jerman sendiri mengoperasikan sekitar 4.500 tentara di Afghanistan dan akan mengirimkan tambahan sekitar 500 serdadu lagi.

Sandra Petersmann/Christa Saloh

Editor: Vidi Legowo-Zipperer