1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Goldman Sachs Bela Diri di Depan Komisi Penyidik Senat AS

Bank investasi Goldman Sachs menepis semua tudingan curang yang dilontarkan Bapepam AS, Securities and Exchange Comission. Selasa (27/04) , berlangsung proses tanya jawab terhadap jajaran pemimpin bank itu

default

Beberapa petinggi dan mantan petinggi Goldman Sachs diambil sumpahnya sesaat sebelum didengar kesaksiannya di depan Komisi Penyidik Senat AS

Para manajer Goldman Sachs mendengarkan tudingan Komisi Penyidik Senat Amerika Serikat dengan wajah tanpa ekspresi. Ketua Komisi Penyidik Carl Levin menyampaikan tuduhan kasus penipuan, di mana bank investasi itu mengembangkan strategi agar tetap meraup untung ketika menjual produk surat berharga yang merugikan kliennya. Kerugian yang dialami klien-klien Goldman Sachs mencapai miliaran Dolar. Carl Levin mengatakan,"Tindakan Goldman menunjukkan bahwa perusahaan itu tidak menghargai kliennya, dan hanya memandangnya sebagai obyek untuk keuntungannya sendiri“.

Senator dari partai Demokrat itu menilai tuduhannya benar, karena dua pekan sebelumnya Bapepam AS, Securities and Exchange Comission, sudah mengajukan tuntutan resmi terhadap bank tersebut. Goldman Sachs menjual surat berharga yang diprediksi akan jatuh harganya dan tidak meneruskan informasi ini kepada investor. Namun bukan saja anggota partai Demokrat yang mengecam tindakan bank Goldman Sachs.

Senator John McCain dari partai Republikan tak ketinggalan menyuarakan keluhannya, "Dari e-mail dan informasi lain hasil temuan Komisi terlihat jelas, bahwa sikap Goldman Sachs tidak etis. Nanti warga AS akan bisa menentukan keputusaannya, sama seperti pengadilan nanti.“

Wakil Direktur Bank Goldman Sachs, Lloyd Blankfein, menepis tuduhan itu. Membaca keterangan yang sudah disiapkan, ia mengatakan, Goldman Sachs tidak memasang opsi yang bertentangan dengan posisi kliennya. Selain itu, Goldman Sachs juga tidak meraup keuntungan besar dengan jatuhnya harga properti. Sebaliknya Goldman Sachs justru merugi 1,2 milyar Dollar, akibat kejadian itu.

Namun, apakah keterangan Blankfein bisa diterima oleh masyarakat awam, merupakan perkara lain. Kemarahan masyarakat Amerika Serikat terhadap praktek perbankan dan para praktisinya masih sangat besar. Dan kemarahan inilah yang ingin digunakan oleh Presiden Obama untuk menggolkan reformasi pasar uang yang dicanangkannya. Namun meski partai Republik juga menginginkan reformasi pasar uang, partai ini tidak serta merta akan mendukung partai Demokrat.

Kepala fraksi Republik di Senat AS, Mitch McConnel, mengatakan, "Kami juga menginginkan rancangan reformasi untuk sektor ini yang bisa membatasi dan mengatur cara para pialang dan bank-bank Wall Street berbisnis. Tapi kami tak akan bersedia didesak oleh partai Demokrat untuk buru-buru menyepakati sebuah rancangan undang-undang baru.“

Sementara itu, dengan bukti-bukti yang ada, Goldman Sachs juga tak bisa menutup-nutupi bahwa dalam tahun krisis yang baru lalu, keuntungan yang diraup bank investasi itu melebihi 3,7 Milyar Dolar.

Anna Engelke/Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk