1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Global Media Forum 2013: Keanekaragaman dan Tanggung Jawab.

Global Media Forum yang digelar Deutshe Welle untuk keenam kalinya bertema "Masa Depan Perkembangan. Perekonomian, Nilai dan Media". Peserta dari 100 negara hadir di Bonn.

Beraneka ragam warna dan busana tradisional bisa dilihat di bekas gedung parlemen Jerman, Bundestag. Lebih dari 1.500 tamu dari dunia politik, media dan organisasi internasional hadir Senin (17/06) dengan baju tradisional mereka. Afrika, Asia, Amerika Selatan. Berbagai bahasa juga terdengar di gedung, yang berlokasi di tepi sungai Rhein, hanya beberapa langkah dari kantor pusat Deutsche Welle.

Auf dem Bild: Foyer beim Global Media Forum 2013. 17.6.2013, Bonn. Bild: Martin Koch / DW

Global Media Forum 2013

Global Media Forum (GMF) tahun ini juga akan menjadi wadah tukar-menukar bagi semua peserta, yang datang dari berbagai latar belakang kebudayaan. Tujuan mereka tampaknya sama, "Saya ingin berhubungan dengan orang-orang lain, yang juga bermimpi untuk mengubah dunia, mengembangkan hal baru untuk memperbaiki hidup sehari-hari," kata Alain Tshiamala. Ia ingin mengembangkan perusahaannya yang bergerak di bidang teknik solar "Green Wish" di Afrika proyek energi.

Fokus pada Wartawan dan Media

Dalam berbagai workshop peserta mendiskusikan peranan wartawan di dunia yang didera krisis ekonomi, lingkungan dan keuangan. Peranan wartawan di berbagai negara sangat sulit. Di satu pihak harus memberi penjelasan bagi masyarakat umum dan membuat mereka sensitif akan berbagai isu. Di lain pihak wartawan harus menunjukkan situasi buruk dan pihak yang bertanggungjawab. Keterkaitan antara kepentingan ekonomi dan jurnalisme juga dibicarakan dalam beberapa workshop.

Di seluruh dunia, media kini semakin punya makna lebih besar daripada sekedar menyebarkan berita. Demikian dikatakan Maria Radyati dari Universitas Trisakti. "Media harus memberi inspirasi, menyentuh perasaan mereka dan mendorong pendidikan." Ia senang akan bisa berdiskusi dengan pakar media dan ingin membagi pengalamannya dari Indonesia. demikian dikatakan profesor di bidang ilmu sosial itu.

Ubale Musa menjadi koresponden DW di Abuja, Nigeria. Ia berharap, konferensi ini berdampak lebih lama, dan bukan dalam tiga hari di Bonn saja. Ia juga berharap, para peserta membawa sudut pandang baru ke negara asal, tentang dampak perekonomian atas dunia ini.

Keanekaragaman sebagai Prinsipnya

Partner der DW für das GMF 2013

Vandana Shiva

Program GMF menawarkan berbagai topik yang memungkinkan peserta dengan mudah memandang dunia secara lebih luas. Berbagai organisasi kerjasama internasional, pemerintah Jerman, juga organisasi lingkungan hidup, berbagai yayasan dari seluruh dunia, dan perusahaan pionir di bidang tertentu hadir di Bonn dan menawarkan ide serta dukungan. Misalnya Sanjay Goel dari perusahaan internet Okimity, yang mencari jalan baru di sektor berita. Ia menjelaskan, "Saya ingin menunjukkan bahwa internet dapat mengubah bisnis berita dari akarnya." Ia tidak memberi penjelasan lebih konkrit, tetapi mengingat banyaknya pakar media dan berita yang hadir, ia pasti harus menjawab pertanyaan yang lebih mengarah.

Hingga Rabu besok, sekitar 2.500 peserta akan ikut dalam lebih dari 50 diskusi dan workshop. Di GMF kali ini beberapa acara paling penting adalah ceramah aktivis hak asasi dan pemenang Nobel alternatif, Vandana Shiva, juga Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle, serta ceramah dari filsuf, pakar bahasa dan aktivis Avram Noam Chomsky.