1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Gerakan Indignados Spanyol - Demonstrasi tanpa Kekerasan

Rumah-rumah dan mobil-mobil yang terbakar, penjarahan bukanlah hal yang ingin dilihat gerakan pemuda "Indignados" di Spanyol. Para demonstran menyatakan, kekerasan tidak ada dalam kamus mereka.

default

Protes pemuda Spanyol di Puerta del Sol, Madrid, Jumat (05/08)

Para demonstran di Madrid, Spanyol, yang sebagaian besar remaja, menghentikan sejenak dulu aksi mereka. Kemungkinan mereka sedang mempersiapkan diri untuk melakukan demonstrasi saat kunjungan Paus pekan depan dalam rangka Hari Pemuda Katholik Dunia. Para demonstran menyatakan diri sebagai anti ulama, seperti yang diungkapkan dalam nyanyian mereka saat berdemonstrasi.

Mereka menginginkan pengurangan gereja dan penambahan jumlah lapangan kerja tetap. Saat ini dalam masa krisis, hanya sedikit tenaga kerja usia muda saja yang beruntung mendapakan pekerjaan. Menurut keterangan resmi pemerintah Spanyol, terdapat 46,5 persen pengangguran usia muda. Jumlah ini berarti, hampiir setengah tenaga kerja usia muda berusia sampai 25 tahun yang tidak memiliki pekerjaan.

Akan tetapi gerakan pemuda Indignados tetap tidak ingin melakukan tindakan radikal atau kekerasan seperti di London. Dan memang mereka bukanlah kelompok pembuat onar yang berencana memicu keresahan sosial. Indignados merupakan gerakan politik yang dilancarkan para pemuda.

Salah seorang yang tergabung dalam Indignados, Hanno, dengan usianya yang 32 tahun, ia termasuk yang tertua dalam kelompok ini. Hanno, yang masih tinggal bersama ibunya, mengatakan, "Kita tidak bisa melakukannya dengan bom atau peluru. Lagian mereka memiliki lebih banyak senjata dan bom. Tapi kita bisa melakukannya dengan damai, tanpa kekerasan."

Tanpa kekerasan dan tanpa lelah gerakan pemuda Indignados melakukan demonstrasi. Lapangan Puerta del Sol di pusat kota Madrid ditutup polisi dengan pagar terali selama tiga hari. Sebelumnya pasukan keamanan membersihkan lapangan, menyingkirkan sisa-sisa tenda-tenda dan spanduk-spanduk yang sampai pertengahan Juni lalu tersebar di lapangan ini.

Tidak seorangpun dari pihak demonstran yang berpikir untuk melakukan protes dengan kekerasan. Mereka dengan tenang berkumpul di depan pagar pembatas yang didirikan polisi. Kekerasan yang ada hanyalah kata-kata umpatan yang ditujukan pada anggota kepolisian. Yang juga kadang dibalas oleh polisi juga dengan kata-kata.

Memang pernah sekali jatuh korban cidera dari kedua belah pihak. Saat itu, beberapa orang berusaha untuk memasang spanduk di pagar gedung Kementrian Dalam Negeri. Untuk membubarkan mereka, aparat kepolisian menggunakan pentungan. 20 demonstran dan tujuh anggota kepolisian mengalami luka ringan dalam insiden ini.

Tapi malam berikutnya, para demonstran kembali turun, sampai akhirnya polisi membiarkan para demonstran masuk kembali ke Puerta del Sol. Kegembiraan terpancar di wajah para Indignados atas keberhasilan mereka merebut kembali lapangan yang menjadi simbol gerakan mereka.

Dan perbedaan besar kelompok Indignados dibandingkan dengan aksi pemuda di London dan kota-kota lain di Inggris dapat terlihat sehari setelah insiden, ketika untuk pertama kalinya jatuh korban cidera. Salah seorang demonstran yang terluka akibat pukulan pentungan polisi, dengan lengannya yang masih terbalut perban, menjabat tangan kepala polis dengan maksud untuk berdamai, sambil mengatakan, "Anda juga hanya menjalankan perintah."

Apa yang terjadi di Inggris, saat ini jauh dari bayangan akan juga terjadi di Spanyol.

Daniel Sulzmann/Yuniman Farid

Editor : Ayu Purwaningsih