1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Gencatan Senjata Berlanjut di Gaza

Gencatan senjata Gaza terus berlangsung pada hari Rabu, seiring upaya para mediator dari Mesir untuk membujuk perwakilan Israel dan Palestina untuk mengakhiri perang abadi diantara mereka.

Para pejabat intelijen Mesir bertemu di Kairo dengan delegasi tingkat tinggi Israel hari Selasa, sehari setelah berunding dengan Palestina yang termasuk diantara utusan Hamas dan kelompok Jihad Islam, demikian pernyataan pejabat Mesir.

“Pembicaraan tidak langsung antara Palestina dan Israel bergerak maju,“ kata salah seorang pejabat Mesir, sambil menjelaskan bahwa kedua pihak tidak berhadapan langsung. “Masih terlalu dini untuk bicara tentzang hasil tapi kami optimis.“

Sumber-sumber di Mesir dan Palestina mengatakan diskusi lebih lanjut diharapkan digelar di Kairo pada Rabu, dengan harapan adanya respon dari Israel atas tuntutan Palestina, yang sejauh ini tidak ada tanda-tanda akan disetujui.

Israel menarik pasukan daratnya dari Jalur Gaza pada hari Selasa pagi dan memulai gencatan senjata selama 72 jam yang dimediasi Mesir dengan Hamas, sebagai langkah pertama menuju kesepakatan jangka panjang. (Baca: Gencatan Senjata di Gaza)

Di Gaza, di mana setengah juta orang mengungsi selama sebulan terakhir akibat pertumpahan darah, sejumlah warga meninggalkan tempat penampungan PBB untuk mundur ke wilayah tetangga, di mana seluruh bloknya telah dihancurkan oleh gempuran Israel dan bau mayat busuk memenuhi udara.

Jalan-jalan di kota sebelah selatan Israel, yang setiap hari dihujani roket Hamas, kini telah dipenuhi kembali oleh anak-anak yang bermain.

Bantuan kemanusiaan

Seorang pejabat Israel, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan Israel menginginkan bantuan kemanudiaan agar dialirkan ke kawasan Palestina yang berpenduduk 1,8 juta , secepat mungkin.

Namun, pejabat itu mengatakan, impor semen – yang vital bagi pembangunan kembali – akan bergantung pada jaminan yang tercapai bahwa itu tidak akan dipergunakan para militan untuk membangun lebih banyak terowongan yang menuju Israel atau benteng pertahanan.

Para pejabat Gaza mengatakan perang itu telah membunuh 1.867 orang Palestina, yang sebagian besar adalah penduduk sipil. Sementara pihak Israel mengatakan 64 tentaranya dan tiga warga sipil teas sejak pertempuran pecah 8 Juli lalu.

ab/rn (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan