1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Gaddafi Masih Diburu

Pemburuan terhadap bekas diktator Muammar Gaddafi masih berlanjut. Dan kelompok pemberontak kembali melaporkan keberhasilan dalam pertempurannya melawan tentara setia Gaddafi.

A Libyan rebel fighter stamps on a portrait of Moammar Gadhafi , in Tripoli, Libya, Thursday, Aug. 25, 2011. Libya's rebel leadership has offered a 2 million dollar bounty on Gadhafi's head, but the autocrat has refused to surrender as his 42-year regime crumbles, fleeing to an unknown destination. Speaking to a local television channel Wednesday, apparently by phone, Gadhafi vowed from hiding to fight on until victory or martyrdom. (Foto:Francois Mori/AP/dapd)

Dimanakah Muammar Gaddafi?

Jumat lalu (26/8) situasi di kota Tripoli relatif tenang. Namun kawasan lain masih diguncang bentrokan antara pemberontak dan pengikut setia Muammar Gaddafi, seperti di perbatasan dengan Tunisia atau di tempat kelahiran Gaddafi di Sirte. Ada dugaan bahwa bekas diktator itu bersembunyi di Sirte. Ada juga yang mengatakan, ia masih berada di Tripoli. Jumat malam menteri kehakiman dewan transisi nasional mengatakan, pemberontak berhasil melacak tempat persembunyiaan Gaddafi di Tripoli. Kawasan yang diduga sebagai tempat persembunyian Gaddafi, sudah  dikepung oleh pemberontak. Tetapi, ia tidak mengatakan, dimana tepatnya Gaddafi bersembunyi.

Libyans show their support for the rebellion after Friday prayers at the Jamal Abd Nasser Mosque next to Green Square in Tripoli, Libya, Friday, Aug. 26, 2011. (Foto:Francois Mori/AP/dapd)

Tripoli, tempat persembunyian Gaddafi?

Keberadaan Gaddafi belum diketahui

Sedangkan, menurut keterangan pemimpin pemberontak lainnya, saat ini Gaddafi berada di kawasan Abu Salim di selatan ibukota Libya. Dugaan ini diperkuat dengan memanasnya pertempuran antara pemberontak dan pasukan setia Gaddafi di kawasan tersebut. Menyusul pertempuran sengit di wilayah itu, dokter dan perawat rumah sakit di Abu Salim melarikan diri dari rumah sakit itu. Hari Jumat lalu lebih dari 200 mayat membusuk ditemukan d rumah sakit tersebut. Tercium bau busuk yang sangat menyengat dan seluruh lantai dilumuri darah. Penduduk setempat menuding pengikut Gaddaffi yang membunuh orang-orang itu di rumah sakit dan di jalanan. Seorang warga mengatakan, „kawanan bersenjata menghentikan mobil penduduk sipil. Mereka membuka pintu mobilnya dan menembak mati orang-orang yang duduk di dalamnya. Begitu saja. Tanpa alasan. Saya melihatnya sendiri.“

Tetapi sebagian pemberontak juga disebutkan berkelakuan sama seperti tentara Gaddafi. Saksi mata menceritakan bagaimana pemberontak membiarkan cedera orang-orang, yang diduga sebagai pengikut Gaddafi, dan tidak memberikan bantuan atau air minum kepada korban-korban itu.

AI kecam kedua pihak bertikai langgar HAM

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menuduh kedua pihak bertikai melanggar hak asasi manusia. Kelompok loyalis Gaddafi dikatakan memperkosa tahanan laki-laki di penjara. Ribuan laki-laki menghilang, termasuk warga sipil yang tidak bersenjata. Tahanan yang berhasil melarikan diri menceritakan, di penjara di Sirte dan Tripoli terjadi penyiksaan, penganiayaan dan eksekusi.

A Libyan walks inside the Abu Salim prison in Tripoli, LIbya, Friday, Aug. 26, 2011, one Libya's most notorious prisons and the scene of a 1996 massacre of prisoners. (Foto:Sergey Ponomarev/AP/dapd)

Penjara Abu Salim di Tripoli. Di sini pemberontak yang ditawan disiksa oleh tentara setia Gaddafi

Sedangkan kelompok pemberontak dituduh menahan tawanan mereka dalam kondisi yang sangat buruk. 125 orang ditawan di satu sel sempit. Mereka tidak dapat merebahkan diri ataupun bergerak. Beberapa tahanan diancam akan dibunuh atau akan dijatuhi hukuman mati. Claudio Cordone dari Amnesty International menjelaskan, „kami tidak punya bukti, pemberontak membunuh tanpa alasan. Tetapi kalau kita amati lagi kejadian beberapa bulan ini, memang ada beberapa kasus pembunuhan terhadap tentara Gaddafi. Ada yang dikeroyok, ada yang digantung atau ditembak mati. Dan mayat-mayat yang ditemukan, sebelum orang-orang itu dibunuh mereka mengalami penyiksaan.“

Semoga pernyataan seorang anggota dewan transisi nasional, bahwa pemerintah baru Libya akan menyatukan seluruh warga Libya, terwujud. Wakil-wakil bekas rezim Gaddafi juga akan dilibatkan dalam pemerintahan baru itu. Dengan persyaratan, mereka tidak terlibat dalam kejahatan berdarah di masa lalu. Hanya dengan cara ini perdamaian dapat dicapai.

Björn Blaschke/Andriani Nangoy                                                                                       Editor: Luky Setyarini

 

Laporan Pilihan