1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

G20 Sepakati Panduan Indikatif Demi Keseimbangan Ekonomi Global

Menteri ekonomi dan direktur bank sentral negara-negara anggota G20 selama dua hari, 14-15 April 2011, bertemu di Washington DC, Amerika Serikat.

default

Foto bersama peserta G20 di Washington, AS

Tema terpenting dalam agenda pertemuan adalah membahas ketidakseimbangan ekonomi dan reformasi sistem keuangan internasional, guna mencegah terjadinya krisis global di masa mendatang. Di Washington peserta pertemuan kembali mengevaluasi perwujudan komitmen masing-masing negara di pertemuan-pertemuan sebelumnya. Jumat lalu (15/4) akhirnya disepakati sebuah panduan indikatif mengurangi ketidakseimbangan ekonomi dunia. Untuk itu, sejumlah negara akan diteliti apakah mengalami ketidakseimbangan ekonomi sehingga pembenahannya bisa berjalan baik dan efektif.

Menteri Ekonomi Perancis Christine Lagarde menyebut komitmen tersebut sebagai sebuah keberhasilan berarti. „Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk memastikan sebuah komitmen dan menyepakati sebuah panduan indikatif. Dan kita berhasil! Kita berhasil sepakati sebuah panduan indikatif. Kita kini punya cara untuk mengevaluasi serta menganalisa dimana ada kekurangan.“

Tujuh negara akan diperiksa apakah terdapat ketidakseimbangan ekonomi. Kemungkinan negara-negara yang pertama-tama akan dievaluasi adalah Jerman, AS, Cina, Jepang, Perancis, Inggris dan India. Misalnya Jerman akan dievaluasi surplus perdagangannya. Namun bagaimana proses evaluasinya akan berlangsung, misalnya apakah hasilnya akan dipublikasikan dan negara yang mengalami ketidakseimbangan ekonomi juga diumumkan, belum diputuskan. Di masa lalu pemerintah Cina selalu menolak untuk menerima desakan lembaga moneter internasional IMF memasukan tinjauan ekonomi global mereka menjadi catatan dalam forum G20.

Selain itu, juga belum ditetapkan, tindakan apa yang akan diambil jika sebuah negara mengalami ketidakseimbangan ekonomi. Menteri Ekonomi Rusia Alexej Kudrin menuturkan, masih harus dipertimbangkan apakah evaluasinya akan bersifat wajib dan apakah negara yang mengalamai ketidakseimbangan akan dijatuhi sanksi atau tidak.

Meskipun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, Menteri Ekonomi Kanada Jim Flaherty menyebut komitmen yang dicapai di Washington sebagai dobrakan. Ia mengatakan, „Kita ingin mencegah kejutan buruk. Karena itu, kita membutuhkan sebuah sistem yang saling mengevaluasi sesama mitra.“ Dengan pernyataannya ia merujuk pada krisis hipotek di AS 2007 yang berdampak pada bursa dunia dan menyebabkan krisis ekonomi dan keuangan global.

IMF akan merinci proses evaluasinya. Akhir tahun ini menteri ekonomi dan direktur bank sentral G20 akan bertemu kembali di Cannes, Perancis, untuk mengesahkan rancangan evaluasi.

AN/LS/ap/rtrd