1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

G20 Sepakat Pangkas Difisit Negara

Dengan komitmen untuk mengurangi utang negara, KTT G20 dan G8 ditutup di Toronto, Kanada, Minggu (27/06). Rancangan reformasi pasar keuangan akan dibahas lebih jauh dalam pertemuan berikutnya di Korea Selatan.

default

Foto bersama para pemimpin negara sesaat setelah konferensi berakhir

Pertemuan puncak ganda kelompok G8 dan G20 di Kanada berakhir dengan kesepakatan untuk memangkas defisit negara. Keputusan ini mengejutkan mengingat pra pertemuan debat sengit mengenai hal ini pecah antara Amerika Serikat dan Jerman. Amerika Serikat berpendapat jalan terbaik untuk mengatasi dampak krisis ekonomi adalah dengan meningkatkan utang luar negeri guna mendorong konsumsi dalam negeri. Sebaliknya Jerman mendukung kebijakan penghematan.

Pada akhirnya, Jerman, yang merujuk pada contoh Yunani, negara Uni Eropa yang hampir bangkrut karena dililit utang luar negeri, memenangkan argumentasinya. Delapan negara industri besar dunia sepakat untuk menurunkan separuh defisit negaranya sampai tahun 2013. Memang keputusan ini tidak bersifat mengikat dan masing-masing negara bebas menentukan cara terbaik untuk menurunkan defisit tersebut.

Meski begitu, Kanselir Jerman Angela Merkel tampak puas dengan hasil KTT. "Mengurangi sampai separuh defisit negara sampai 2013 jelas-jelas merupakan rencana penarikan mundur. Kita beralih dari paket penyelamatan ekonomi - yang berujung pada lebih banyak utang - dan negara industri sepakat untuk memangkas utangnya sampai tahun 2012. Ini adalah rencana yang berambisi - dan terus terang saya tidak menyangkanya, karena keputusan ini sangat konkret. Bahwa negara-negara industri menerimanya adalah suatu keberhasilan."

Terlepas dari keberhasilan ini, Kanselir Jerman Angela Merkel gagal untuk menetapkan pajak bagi transaksi keuangan tertentu. Usulan ini ditentang keras oleh Kanada. Berbeda dengan negara industri lainnya seperti Amerika Serikat dan Jerman, Kanada tidak perlu mengucurkan dana miliaran dari kas negara untuk menyelamatkan bank yang terancam bangkrut saar krisis keuangan.

KTT yang diselenggarakan di Toronto, Kanada, ini masih menyisakan satu rancangan regulasi pasar keuangan yang akan dibahas dalam pertemuan berikutnya pada bulan November di Seoul, Korea Selatan.

Salah satu rancangan yang antara lain didukung Presiden AS Barack Obama dan PM Inggris David Cameron adalah iurang wajib bagi lembaga keuangan. Tapi sebelum itu, negara Eropa akan berupaya untuk memberlakukan pajak pasa keuangan di Uni Eropa atau setidaknya di kawasan pengguna mata uang Euro.

Apakah gagasan ini akan membuahkan hasil? Hugo Braun dari jaringan Attac yang kritis terhadap pemerintah, mengatakan, "Saya sebenarnya pulang dengan perasaan agak marah. Saya agak kecewa dengan Kanselir Merkel, karena saya merasa, Merkel tahu bahwa ia tidak dapat menggolkan desakannya, tapi ia tidak berjuang untuk itu."

LSM Attac yang mengamati globalisasi kecewa setelah KTT di Huntsville dan Toronto. Janji-janji negara G8 di Gleneagles lima tahun lalu, misalnya janji untuk mengucurkan dana bantuan pembangunan 50 miliar Dollar sampai tahun 2010, tidak lagi disebutkan dalam dokumen akhir. Karena itu Attac juga kurang percaya pada gagasan baru anggota G8, yaitu mengucurkan delapan miliar Dollar untuk memerangi kematian ibu dan anak. Attac menilai pertemuan ini gagal.

Ini adalah dampak krisis ekonomi. Upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan kelaparan, memajukan pendidikan dan perlindungan iklim, semua itu topik yang tak lagi aktual. Hari ini yang dibahas adalah iuran perbankan dan politik utang.

KTT Toronto gagal menetapakan regulasi lebih ketat pasar keuangan yang mungkin dapat mencegah terulangnya krisis keuangan. Misalnya cara untuk membantu bank-bank besar yang terancam, tanpa mengguncang seluruh sistemnya. Presiden AS Barack Obama memperkenalkan cetak biru untuk reformasi pasar keuangan di KTT Toronto. Kini, bola berada di tangan negara Eropa.

Henrik Böhne/Ziphora Robina

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan