1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Fukushima Menjadi "Peringatan Tegas"

Badan Atom Internasional IAEA menggelar pertemuan internasional untuk menarik pelajaran dari bencana reaktor nuklir Fukushima. Jalan masih panjang sampai ada sistem yang lebih aman.

Konferenz Atom dibuka oleh Yukiya Amano

Konferenz Atom dibuka oleh Yukiya Amano

Sebelum konferensi dimulai, operator PLTN Fukushima Daiichi, perusahaan energi Jepang Tepco, mengakui bahwa di reaktor nuklir itu memang ada ”kebiasaaan-kebiasaan buruk” dan ”kesadaran keamanan yang sangat kurang”. Inilah alasan mengapa kecelakaan reaktor di Fukushima terjadi, insiden reaktor nuklir terparah sejak bencana atom Chernobyl tahun 1986. Ini adalah pengakuan paling jelas yang dikeluarkan Tepco sejak kecelakaan bulan Maret 2011, ketika Jepang dilanda gempa bumi dan Tsunami. Mayoritas saham Tepco saat ini dimiliki oleh pemerintah Jepang.

Pengakuan Tepco menguatkan hasil penelitian Komisi Pemeriksa di parlemen Jepang yang diterbitkan sebelumnya. Selama 18 bulan, Tepco selalu membantah telah melakukan kesalahan. Perusahaan itu menunjuk bencana banjir dan gempa bumi yang menyebabkan kecelakaan di Fukushima sebagai ”peristiwa tak terduga”. Bulan Oktober lalu, Tepco untuk pertama kalinya mengakui, bencana Fukushima sebenarnya bisa dihindari. Dalam bencana itu, 160.000 orang harus meninggalkan rumahnya. Kawasan yang luas terkontaminasi oleh radioaktif. Akhir minggu lalu, IAEA menggelar konferensi di Fukushima.

Konferensi Internasional Tentang Keamanan Atom

Perancis sebagai produsen teknologi atom terbesar juga hadir di Fukushima

Perancis sebagai produsen teknologi atom terbesar juga hadir di Fukushima

Sebelum konferensi dibuka, ketua IAEA Yukiya Amano, diiringi 30 ahli berkunjung ke reaktor nuklir Fukushima. Setelah itu ia memberitakan, ia bisa berkunjung ke kompleks reaktor tanpa baju pelindung. Tapi ia harus mengenakan sarung tangan dan masker. Situasinya sudah lebih baik, kata Amano. Tapi tetap masih ada masalah. Masih ada beberapa kawasan yang menunjukkan”radiasi yang sangat tinggi”.

Saat membuka konferensi di Fukushima, Amano menerangkan, ”Fukushima adalah peringatan yang tegas pada semua yang berkerja dengan tenaga nuklir, bahwa keamanan tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang sudah wajar.” IAEA akan membantu Jepang dengan tenaga penasehat dan ahli yang mendukung upaya dekontamisasi. Selain itu, IAEA akan mendirikan pusat pendidikan dengan gudang-gudang baju pelindung dan dosimeter, alat pengukur radiasi. Ini adalah pusat pendidikan pertama yang berada di luar kantor pusat IAEA di Wina.

Reaktor Nuklir Yang Lebih Aman

Konferensi Atom memuji kemajuan yang berhasil dicapai di Fukushima. Para peserta dari 120 negara ingin menarik pelajaran dari bencana Fukushima dan dampak globalnya. "Tujuannya adalah, meningkatkan keamanan bagi reaktor nuklir dengan bertukar pengalaman dan pengetahuan,” kata Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba. Jika terjadi lagi bencana semacam itu, orang harus bereaksi cepat dengan bantuan internasional.

Tapi kata-kata manis dalam konferensi itu tidak menutup kenyataan bahwa kondisi reaktor nuklir Jepang masih buruk. Ada 48 reaktor nuklir yang tidak beroperasi dan baru akan dioperasikan lagi jika keamanannya terjamin, demikian tandas pejabat tertinggi pengawas reaktor nuklir Shunichi Tanaka di Tokyo. Saat ini, keamanannya belum bisa dijamin. Tanaka menyebut situasinya ”sangat tidak memuaskan”. Masih diperlukan upaya keras untuk meningkatkan kesadaran para operator reaktor agar mereka memperbaiki keamanan.

Informasi dan Rencana Darurat.

Hanya dua reaktor atom yang sekarang beroperasi di Jepang, di PLTN Ohi

Hanya dua reaktor atom yang sekarang beroperasi di Jepang, di PLTN Ohi

Pemerintahan dari 155 negara anggota IAEA dalam sebuah konferensi di Wina beberapa bulan setelah bencana Fukushima memutuskan agenda aksi untuk meningkatkan keamanan reaktor nuklir. Tapi agenda ini tidak mengikat. Antara lain diputuskan untuk melakukan inspeksi keamanan di sekitar 430 reaktor nuklir, membuat standar keamanan yang lebih baik dan lembaga pengawas yang lebih independen. Ketika itu, Jerman mengeritik agenda tersebut masih terlalu longgar.

Dalam konferensi di Fukushima sudah ada langkah lebih jauh. Selama tiga hari, para ahli dalam beberapa kelompok kerja bertukar pengalaman dari kecelakaan di Fukushima. Yang dibahas terutama tentang perlindungan reaktor nuklir dalam bencana alam. Hari kedua, anggota delegasi menyusun program rencana darurat yang lebih baik. Pada akhir konferensi dibahas langkah-langkah perlindungan dari radiasi dan penerangan kepada publik tentang bahaya radioaktif.

Hasil penelitian organisasi PBB UNSCEAR tentang kerusakan akibat radiasi di Fukushima baru akan rampung bulan Mei 2013. Tapi masih ada keraguan bahwa penelitian itu benar-benar independen. Karena perusahaan listrik Jepang selama bertahun-tahun membiayai pekerjaan para ahli radiologi. Perusahaan listrik membayar biaya perjalanan mereka mengikuti berbagai konferensi internasional tentang bahaya radiasi. Menurut dokumen resmi di Jepang, beberapa ahli radiologi ini sering meremehkan resiko kesehatan akibat pancaran radioaktif. Mereka berpendapat, sinar radioaktif dengan dosis rendah tidak berbahaya dan bisa diabaikan. Penilaian optimis mereka yang menyebabkan anak-anak di Fukushima sekarang diijinkan bermain lebih lama di tempat terbuka.