1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

FPI Tetap Tolak Ahok Sebagai Gubernur Jakarta

Front Pembela Islam (FPI) kembali menggelar aksi menolak Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur Jakarta. FPI mendeklarasikan Fahrurozi Ishak sebagai gubernur tandingan.

Ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menggelar aksi yang menuntut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama diturunkan dari jabatannya.

Dalam aksi yang dimulai Senin pagi (01/12/14), massa FPI menyerukan yel-yel di depan DPRD DKI. "Ahok Ahok Turun si Ahok! Turunkan si Ahok sekarang juga! Allaaahu Akbar!.

Selain melakukan aksi, perwakilan GMJ dan FPI juga menemui beberapa pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

"Ada usulan kursi Gubernur harus diisi oleh kader PDIP yang Muslim sesuai asas proporsional penduduk Jakarta yang mayoritas Muslim," kata salah satu perwakilan. Ia menegaskan, jika Ahok tetap dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, pihaknya menuntut agar DPRD DKI segera mengeluarkan hak interpelasi dan impechment.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, sekitar 750 anggota polisi sudah disiapkan untuk mengamankan aksi. Bila diperlukan, jumlah personel akan ditambah sesuai dengan situasi dan kondisi.

Melantik gubernur tandingan

FPI kemudian mendeklarasikan Fakhrurozi Ishak sebagai Gubernur DKI tandingan. Mereka menyatakan hanya mengakui Fakhrurrozi sebagai gubernur yang sah.

"Saya akan menjalankan amanah oleh seluruh masyarakat Jakarta dalam rangka kebenaran. Saya dan masyarakat Jakarta akan terus menurunkan Ahok," kata Fakhrurozi Ishak usai "dilantik" menjadi gubernur DKI.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi aksi-aksi menentang dirinya dengan santai. Ia mengatakan, sebagian besar pendemo yang menginginkan dirinya lengser kemungkinan bukan warga Jakarta. "Paling juga bukan yang punya KTP Jakarta," ujarnya

Dua nama calon wakil gubernur

Basuki Thajaja Purnama mengatakan di Balai Kota Jakarta, ia sudah menyiapkan dua nama calon wakil gubernur.

"Saya sudah menyiapkan dua nama, surat dikirim setelah peraturan pemerintah saya terima," kata Ahok. Kedua nama itu adalah Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Sarwo Handayani dan mantan Wali Kota Blitar yang juga politisi PDI-P, Djarot Saiful Hidayat.

"Tergantung PDI Perjuangan mau mencalonkan siapa. Saya sudah punya calon sendiri. Kalau PDI-P mencalonkan Pak Boy (Boy Sadikin), saya lebih pilih Bu Yani yang lebih berpengalaman. Tapi, kalau Pak Djarot yang diizinkan PDI Perjuangan, saya akan pilih Pak Djarot," kata Ahok kepada kantor berita Antara.

hp/yf (kompas, detik, antara)

Laporan Pilihan