1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Foxconn Akan Naikkan Upah Buruh Lagi

Perusahaan komponen IT Taiwan, Foxconn menyatakan akan menaikan upah buruhnya hingga 70% mulai Oktober mendatang. Perbaikan ini tidak lepas dari kritik internasional atas bunuh dirinya sebelas karyawan Foxconn.

default

Upah buruh pabrik Foxconn di Shenzen akan dinaikkan 67 persen, menjadi 290 dolar AS per bulan mulai 1 Oktober mendatang. Begitu diumumkan jurubicara Foxconn usai pertemuan pertama pemegang saham perusahaan Hon Hai, perusahaan induk dari Foxconn. Dari Cina pabrik-pabrik Foxconn memasok dan merakit komponen IT untuk sejumlah perusahaan global, seperti Dell, Nokia dan Apple.

Di depan lokasi pertemuan di Hong Kong, sekelompok pengunjuk rasa berkumpul. Dengan gambar sebuah apel yang busuk, para demonstran mengingatkan perusahaan IT Amerika, Apple untuk memperhatikan nasib buruh pabrik-pabrik Foxconn di Cina. Terlihat poster-poster bertuliskan, “buruh bukan mesin, buruh punya martabat”.

Seorang demonstran mengatakan, “Yang kami lakukan hari ini adalah memberitahu para konsumen apa yang terjadi dibalik produksi komputer-komputer Apple, agar semua bergabung dalam suara yang mendukung para buruh, supaya tidak ada lagi buruh yang tidak puas dan bunuh diri karena merakit komputer yang kita pakai.”

Lima bulan lamanya kebijakan upah Foxconn menjadi sorotan internasional. Dari hari ke hari kritik mengeras dengan bertambahnya karyawan Foxconn yang bunuh diri. Tiga orang berhasil diselamatkan, namun 10 orang karyawan mengambil nyawanya sendiri, di pabrik Foxconn di Shenzen. Kemudian akhir Mei, seorang buruh lagi ditemukan bunuh diri di pabrik Foxconn lain, keluarganya menduga karena terlalu banyak bekerja.

Untuk upah yang minimal, para buruh pabrik Foxcon rata-rata bekerja lebih dari 60 jam setiap minggunya. Dengan jumlah jam kerja seperti itu, kehidupan para buruh terbatas pada bekerja dan tidur, meskipun Foxconn menyediakan sejumlah kemungkinan rekreasi. Demikian jelas sebuah penelitian yang menilik asrama-asrama buruh yang kebanyakan berusia muda itu.

Dalam dua minggu terakhir ini, Hon Hai sudah dua kali mengumumkan kenaikan upah karyawan pabrik Foxconn di Shenzen. Pada rapat pemegang saham di HongKong, selain membahas isu penggalangan dana, Direktur Hon Hai Terry Gou berusaha menenangkan kritik terhadap perusahaannya.

Kepada pers jurubicara Foxconn menjelaskannya, kenaikan upah hampir 70% akan mengurangi jumlah lembur buruh, yang sebelumnya merasa terpaksa bekerja lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia memperkirakan, para buruh nanti akan memiliki peluang untuk memilih antara bekerja lembur atau tidak.

Di Cina, ketidak puasan terhadap kecilnya upah kini meluas. Di pabrik Honda misalnya, para buruh juga menuntut kenaikan gaji. Beberapa propinsi kini bereaksi cepat dan menaikkan batas upah minimum menjadi 165 dolar AS sebulannya.

Edith Koesoemawiria/rtr/afp/ap
Editor: Hendra Pasuhuk