1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Festival Film Cannes ke 65

Festival Film Cannes 2012 (16/5-27/5) mengandalkan tradisi sutradara-sutradara besar dan ternama.

ARCHIV - Blick durch das Palmen-Symbol des Internationalen Filmfestivals von Cannes auf den Hafen der Stadt an der Cote d' Azur (Archivfoto vom 12.05.2009). Das Filmfestival gilt als das bedeutendste weltweit. 2012 findet das Filmfest zum 65. Mal statt. Foto: IAN LANGSDON (Themenpaket Cannes - zum 16. Mai - Hintergrund - «Das Filmfestival Cannes» vom 09.05.2012) +++(c) dpa - Bildfunk+++

Logo Festival Film Cannes 2012

Festival film Cannes yang merupakan festival film terpenting dunia, tahun ini digelar untuk ke-65 kalinya. Sutradara Austria Ulrich Seidl dengan filmnya "Paradise: Love" (Surga:Cinta), kemungkinan besar akan memainkan peran yang besar.

"Paradise: Love" menampilkan seorang tokoh protagonis, perempuan berusia matang dari negara kaya di Eropa yang pergi ke pantai-pantai di Kenya. Tujuannya: mencari cinta dan kepuasan seks dari pria-pria muda di Afrika. Perempuan di usia senja, berkulit putih, melancong ke negara-negara Afrika untuk memenuhi kerinduan mereka dengan kepuasan yang diperoleh dari pria-pria berkulit hitam. Sutradara Seidl yang merupakan spesialis untuk tema-tema yang menyorot latar belakang tindakan manusia, kali ini menyorot sisi gelap pariwisata seksual global yang jarang disinggung. Film dengan tema kritis ini, diduga akan mencatat sejarah di Cannes dan membuat sejumlah orang berpikir lebih jauh.

***Das Pressebild darf nur in Zusammenhang mit einer Berichterstattung über das Filmfestival Cannes 2012 verwendet werden*** PARADIES: LIEBE by Ulrich SEIDL

Cuplikan Film "Paradise: Love"

Tapi Ulrich Seidl bukan satu-satunya tokoh perfilman Austria yang tahun ini masuk dalam daftar unggulan Piala Palem Emas. Michael Haneke yang tiga tahun lalu menggondol Palem Emas untuk filmnya "Das weiße Band" (Pita Putih) kali ini kembali menjadi favorit dengan film "Liebe" (Cinta). Sebuah film drama keluarga dengan bintang-bintang utama Isabelle Huppert, Emmanuelle Rivs serta Jean-Louis Trintignant. Seluruhnya 22 film dari 15 negara yang bersaing dalam Festival Film Cannes tahun ini. Namun tidak satu pun diantaranya sutradara perempuan.

Ajang pertemuan pria-pria senior

Dapat disimpulkan bahwa ketua Festival Film Cannes, Thierry Frémaux, tahun 2012 ini mengandalkan tradisi lama. Kebanyakan sutradara dalam festival film Cannes berusia di atas 60 tahun, dan banyak yang merupakan pengunjung setia festival film tersebut. Berbeda dengan festival film Berlin Berlinale, festival film Cannes bukan ajang pertemuan sutradara-sutradara muda berbakat. Perancis diwakili Alain Resnais yang berusia hampir 90 tahun. Filmnya Vous n'avez encore rien vu” (You ain't seen nothin' yet) mengisahkan sekelompok bintang film yang bertemu untuk pembacaan surat wasiat seorang penulis naskah drama. Film itu berdasarkan drama karya Jean Anouilh.

***Das Pressebild darf nur in Zusammenhang mit einer Berichterstattung über das Filmfestival Cannes 2012 verwendet werden*** HOLY MOTORS by Leos CARAX

Cuplikan adegan film Holy Motors

Yang ditunggu dengan tegang adalah film baru karya mantan sutradara berbakat Perancis Leso Carax dengan film Holy Motors. Film itu menceritakan kehidupan seorang pria yang menjalani berbagai bentuk kehidupan. Dalam film barunya, Carax juga melibatkan ratu musik pop Kylie Minogue.

Gemerlap Hollywood di Cannes

Festival film Cannes 2012 dibuka oleh sutradara Amerika Wes Anderson dengan filmnya Moonrise Kingdom. Anderson yang merupakan spesialis untuk film dengan tema-tema yang menyoroti sejarah Amerika Serikat modern, menampilkan sejarah pramuka pada tahun 1960-an. Amerika Utara kembali terwakili dengan berbagai film dalam ajang festival. Sutradara asal Kanada David Cronenberg, serta sutradara lain seperti Philip Kaufman, Andrew Dominik dan Jeff Nichols menampilkan bintang-bintang seperti Robert Pattinson, Nicole Kidman, Brad Pitt atau juga Reese Witherspoon.

Jochen Kürten/Dyan Kostermans

Editor: Vidi Legowo-Zipperer