1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

FC Augsburg Catat Sejarah Bermain di Liga Utama

FC Augsburg untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, berhasil naik ke liga utama. Dengan anggaran terkecil di liga, misi Augsburg adalah bertahan di liga utama.

default

Pemain FC Augsburg

Merah, hijau, putih adalah warna baru di Bundesliga. FC Augsburg untuk pertama kalinya berhasil bergabung dengan kelompok elit. Klub ini menjadi klub ke 51 yang pernah bertarung di liga utama. Seluruh kota turut senang dengan prestasi tersebut. Pimpinan klub Augsburg Andreas Rettig bercerita: "Luar biasa apa yang terjadi disini setelah pertandingan dan kemudian di depan balai kota. Kami menggunakan mobil polisi untuk keliling kota. Semua turut berpesta. Ini biasanya hanya kami lihat di kota lain."

Saat Augsburg memastikan posisi di liga utama dalam permainan jelang pertandingan terakhir, seluruh liga kedua turut memberikan selamat. Kembali Rettig : "FC Augsburg memenangkan simpati suporter. Kami telah menjual habis tiket untuk ruang VIP. Jumlah tiket terusan yang terjual mencapai rekor baru. Hal yang paling membuat kami senang adalah jumlah anggota fansklub yang bertambah. Dalam enam minggu terakhir anggotanya lebih dari dua kali lebih banyak dan jumlahnya sekarang sudah melewati 8000 orang."

Eforianya luar biasa. Namun perlawanan untuk tidak jatuh kembali ke liga kedua telah dimulai. Pimpinan klub Rettig mengakui sasaran akhir klub musim ini adalah berada di posisi relegasi. "Kami hanya punya satu kesempatan. Jika semua berjalan sebagaimana mestinya. Tetapi, sepakbola Bundesliga selalu memiliki kejutan. Jika melihat musim terakhir, jika kami bisa menyamai SC Freiburg, Nürnberg Mainz, maka kami senang." Dengan anggaran terkecil di liga, misi Augsburg adalah bertahan di liga utama. Masalah lain adalah klub ini hanya memiliki sedikit pemain dengan pengalaman Bundesliga. Diantaranya, kiper Simon Jentzsch, Michael Turk dan Uwe Möhrle.

Olivia Fritz / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Hendra Pasuhuk